Showing posts with label My Happy Life. Show all posts
Showing posts with label My Happy Life. Show all posts

Thursday, September 20, 2018

Wedding Preparation

Mempersiapkan pernikahan memang suatu hal yang menyenangkan, terutama mungkin bagi kebanyakan calon mempelai wanita. Namun gak sedikit juga calon mempelai pria yang sama excitednya dengan calon mempelai wanita. Beruntung gue mendapatkan calon yang sama excitednya dengan gue dalam mempersiapkan pernikahan kami. 

Persiapan pernikahan tentunya diawali dengan proses pencarian beberapa vendor yang kami perlukan dalam penyempurna acara pernikahan kami. Pencarian itu kami lakukan dengan meminta informasi dari keluarga, teman, hingga browsing melalui sosial media dan internet. Dari pencarian tersebut muncullah beberapa pilihan vendor sesuai dengan kriteria yang kami inginkan. Harapannya tentu yang sesuai antara budget dengan kualitas hasil dari jasa yang vendor tersebut berikan. 

Karena acara pernikahan ini kami adakan di Banjarmasin, tentu kebanyakan vendor yang kami cari berasal dari Banjarmasin. Buat para calon pengantin di luar sana, saran dari gue sih memang lebih enak jika menggunakan vendor yang berada satu wilayah dengan tempat acara kita dilaksanakan karena dapat mengehemat biaya yang harus kita keluarkan, misalnya saja biaya transportasi dan akomodasi jika kita harus mendatangkan vendor dari luar wilayah. Tapi It’s ok kalau memang kalian memiliki budget lebih untuk mendatangkan vendor dari luar wilayah, karena semua pilihan itu kembali lagi ke selera dan keinginan kedua calon pengantin dan keluarga. Pencarian vendor di Banjarmasin pada tahun 2018 ini sudah tidak begitu sulit karena semakin hari semakin banyak vendor-vendor baru dan berkualitas yang bermunculan. 

Hal pertama yang kami lakukan ketika tanggal pernikahan dan gedung telah ditentukan adalah mencari vendor untuk Makanan, Dekorasi, dan MUA. Untuk urusan makanan, sebenarnya gue sudah memiliki beberapa list catering yang gue dapat dari media sosial, tapi akhirnya gue memilih catering dari kenalan keluarga yang memang sudah pernah menangani catering pernikahan sepupu sebelumnya dan sesuai dengan budget, yait Catering Fananda. Untuk pilihan menu catering, gue hanya memilih catering dengan menu joglo karena sesuai kesepakatan kedua keluarga bahwa menu prasmanan akan dipersiapkan oleh pihak calon mempelai pria. Tantangannya disini adalah menyatukan dua vendor catering karena gue dan calon suami memilih vendor catering yang berbeda dengan pertimbangan masing-masing. Saran dari gue buat para calon pengantin di luar sana, pilih vendor catering yang kalian dan keluarga kalian cocok dengan rasa dan budget, kalau bisa sih satu vendor saja biar koordinasinya lebih mudah. 

Next untuk MUA dan dekorasi, sebenarnya di Banjarmasin ada beberapa vendor yang menurut gue dekorasinya bagus banget tapi gue kurang cocok sama make-upnya, begitu juga sebaliknya. Sedangkan untuk menghemat budget, menurut gue ada baiknya jika kita mengambil paket dekorasi dan make up pada satu vendor saja. Untuk yang punya budget lebih, sah-sah saja jika ingin memilih vendor yang tidak paketan. Akhirnya pilihan gue jatuh pada Glowing (Galery of Wedding) Banjarmasin. Menurut gue hasil make-up dari owner-nya Glowing ini merupakan salah satu yang terbaik dan cocok dengan selera gue, selain itu dekorasinya pun ok sesuai selera dan tentunya gue memilih paket yang sesuai dengan budget. Intinya, lagi-lagi semua keinginan kita harus disesuaikan dengan budget, kalau memang kalian para calon pengantin tidak keberatan untuk mengeluarkan uang sekian rupiah untuk hasil sesuai keinginan, sok atuh jalan terus aja. Karena pernikahan merupakan sesuatu yang sekali seumur hidup, pasti setiap calon pengantin menginginkan yang terbaik. Tapi ingat, kalau bisa jangan over budget. 

Setelah pencarian 3 (tiga) vendor yang paling utama tadi, selanjutnya barulah memilih vendor untuk dokumentasi. Di Banjarmasin pilihan gue jatuh kepada 2 (dua) vendor yang karakteristik hasil foto dan videonya sesuai dengan selera gue. Untuk urusan dokumentasi, calon suami menyerahkan sepenuhnya kepada gue. Namun pemilihan vendor ini tetap kami lakukan dengan berdiskusi berdua. Untuk foto, kami mempercayakannya kepada Delution Photography sedangkan untuk video kami mempercayakannya kepada Dedet Pictures. Kedua vendor ini menurut gue portfolionya bagus dan paket yang ditawarkan beragam dengan harga yang lumayan bersaing. Karena penasaran dengan kedua vendor ini, makanya gue akhirnya bersikeras menggunakan 2 (dua) vendor dalam dokumentasi gue. Karena menurut gue, pernikahan itu momen yang harus diabadikan sebaik mungkin. Salah satu cara mengabadikan momen tersebut ya dengan memilih vendor dokumentasi terbaik juga. 

Selanjutnya bagian yang tidak kalah penting adalah bagian mempersiapkan undangan dan souvenir pernikahan. Untuk vendor undangan gue menjatuhkan pilihan pada Omah Undangan yang berlokasi di Yogyakarta. Di Banjarmasin mungkin ada banyak vendor atau jasa percetakan yang melayani untuk desain dan pembuatan undangan, tapi sejauh ini gue belum menemukan vendor yang gue sreg antara desain dan harga. Begitu juga di Jakarta, gue belum sempat survei langsung ke Pasar Tebet, padahal disana terdapat banyak toko yang melayani jasa desain dan pembuatan undangan. Kebanyakan dari teman-teman gue pun sebenarnya membuat undangan di Pasar Tebet, tapi dengan memperhitungkan harga, ongkos kirim undangan dan waktu untuk survei langsung, akhirnya gue memilih Omah Undangan yang bisa dipesan melalui online. Selain itu ongkos kirimnya pun gak terlalu berbeda antara Jakarta dan Yogyakarta. Di Omah Undangan, kami juga sekalian memesan buku tamu, biar matching dengan undangan. 

Setelah menentukan vendor undangan dan buku tamu, tentu selanjutnya menentukan vendor untuk souvenir. Sebelum menentukan vendor mana yang akan gue pilih, gue sempat kebingungan karena ada berbagai macam souvenir yang menarik untuk dijadikan souvenir pernikahan misalnya pouch, madu, teh, mug, sendok dan garpu, frame, dan masih banyak lagi. Dalam memilih souvenir, gue dan calon suami mempertimbangkan aspek kegunaan souvenir oleh para tamu dan harga dari souvenir tersebut. Sempat berdikusi panjang dengan calon suami dan akhirnya pilihan kami (dibaca: pilihan gue yang disetujui oleh calon suami wkkwkk) jatuh pada mug. Setelah searching lewat fitur tag-nya instagram dan googling untuk kesekian kalinya, akhirnya gue menemukan 1 (satu) website pabrik souvenir mug yang waktu itu gue peroleh ketika browsing di kantor. Dari website mug tersebut, banyak info yang bisa gue dapat dan semakin meyakinkan gue. Sambil diskusi dengan calon suami, akhirnya gue putuskan untuk menghubungi kontaknya via whatsapp dan langsung dibalas pada waktu itu oleh adminnya. Gue mulai minta pricelist dan minta diskon (padahal waktu itu niatnya masih nanya harga aja, belum pasti pesan disana karena belum dapat kesepakatan dengan calon suami). Setelah dapat pricelist dan penawaran dari vendor ini, kemudian gue komunikasikan dengan calon suami, tektok-tektok, akhirnya kami sepakat untuk jadi memesan souvenir mug pada vendor ini, yaitu Mug_app. Lokasi pabriknya sendiri berada di Bogor (dekatlah dengan Jakarta) dan kami juga mendapat diskon karena jumlah pemesanan kami yang lumayan banyak. 

Vendor makanan, dekorasi, MUA, foto, video, undangan, dan souvenir sudah kami pilih. Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah memilih hiburan dan MC. Untuk urusan ini, gue serahkan sepenuhnya kepada calon suami. Karena dia punya banyak teman dan beberapa temannya itu punya kenalan dengan anak band, dia kemudian minta kontak band tersebut dan minta pricelist. Band yang kami hubungi berdasarkan rekomendasi dari teman tersebut adalah Bigbossband Official. Karena kami langsung cocok dengan harga, kami langsung booking band sekaligus minta carikan MC dari bandnya dan alhamdulillah untuk jumlah yang kami bayar sudah termasuk dengan biaya MC. 

Itulah sebagian cerita dari persiapan pernikahan gue dan calon suami pada waktu itu. Proses persiapan belum selesai sampai disitu saja. Setelah itu, masih banyak hal-hal yang harus didiskusikan berdua dan keluarga. Sungguh merupakan pengalaman yang menyenangkan dan lucu jika diingat-ingat karena semua diskusi yang kami lakukan tidak melulu sependapat dan ada juga perbedaan pendapat. Semua itu wajar karena dalam acara pernikahan, semua pihak baik dari kami berdua hingga keluarga sangat excited dan tentu menginginkan yang terbaik untuk acara pernikahan kami. 

Sekian.


Tuesday, September 18, 2018

Hari Pernikahan 18-08-18

Alhamdulillah pada tanggal 18 Agustus 2018 gue dan calon suami telah melangsungkan acara pernikahan di kediaman orang tua gue di Banjarmasin. Acara akad nikah kami mulai pada pukul 8 pagi waktu setempat. Tamu undangan yang hadir pada saat itu merupakan keluarga besar dan sahabat dekat serta kerabat kami saja.

***

Hari itu gue bangun sekitar pukul 4 pagi untuk melakukan persiapan make-up oleh tim make-up. Sebelum dimake-up gue melakukan sholat subuh terlebih dulu. Proses make-up berlangsung lumayan lama sekitar 2 jam lebih. Make-up yang gue request pada hari itu adalah make-up yang natural. Gaun yang gue kenakan untuk acara akad nikah adalah dress panjang berwarna broken white dengan padanan hijab syar’i ala pengantin melayu, matching dengan pakaian yang akan dikenakan oleh calon suami.

Kurang dari pukul 8 pagi, para undangan sudah mulai berdatangan, begitu setidaknya yang gue tahu pada saat itu, karena gue berada di dalam kamar sedang melakukan makeup persiapan. Tidak lama setelah itu, bapak Penghulu yang akan menikahkan gue datang dan gue diminta keluar dari kamar untuk melakukan proses yang disebut “bewali”. Bewali adalah proses meminta maaf, meminta izin dan doa restu kepada ayah untuk dinikahkan dengan calon suami gue. Setelah selesai bewali, gue kembali masuk kamar untuk menyelesaikan make-up.

Tidak berapa lama setelah proses bewali, calon suami gue dan rombongan keluarganya datang dengan membawa seserahan. Mereka disambut oleh pihak keluarga gue untuk memasuki rumah dan berjalan menuju tempat akad. Calon suami kemudian meminta maaf, meminta izin dan doa restu kepada kedua orangtuanya untuk melaksanakan akad nikah pada hari itu. Sementara gue hanya bisa mendengarkan sayup-sayup dari dalam kamar ditemani oleh sahabat gue dan tim make-up.

Beberapa saat setelah itu, terdengar suara lantunan ayat Al Quran yang dibacakan oleh seorang Qori. Kemudian sepatah dua patah kata dari bapak Penghulu untuk memulai proses akad nikah. Setelah itu terdengar sebuah kalimat panjang yang menjadi penentu sekaligus titik awal fase kehidupan baru itu dimulai. “Saya terima nikah dan kawinnya Dina Herliana binti H. *********** dengan maharnya........”. Kalimat akad nikah yang diucapkan oleh seseorang yang kini dengan bangga dan bahagia gue sebut sebagai suami. “SAH!” terdengar suara dari beberapa orang dan alhamdulillah mulai detik itu kami sudah sah sebagai seorang suami dan seorang istri. Rasa senang, haru, dan lega bercampur pada saat itu. Semua rasa tegang dan cemas sebelum hari akad nikah terasa hilang berganti dengan senyum bahagia pada saat itu. Alhamdulillah.

Kemudian setelah proses akad nikah selesai diiringi dengan pembacaan doa. Gue dipanggil untuk keluar dari kamar, disandingkan dengan suami di tempat akad. Kami duduk berdua di depan bapak Penghulu dan selanjutnya suami gue meletakkan tanganya di ubun-ubun gue seraya membacakan doa. Setelah proses itu, selanjutnya dilakukan pembacaan sighat ta’lik yang berisi hak dan kewajiban suami dan istri dalam pernikahan. Setelah selesai pembacaan sighat ta’lik, dilajutkan dengan penyerahan mahar secara simbolis dari suami kepada gue. Kemudian setelah itu kami berdua menandatangani berkas-berkas pernikahan, namun sayang sekali karena persediaan buku nikah saat itu sedang tidak ada, maka buku nikah kami harus di ambil ke KUA pada awal September mendatang. Setelah selesai proses penandatangan berkas-berkas itu kami berdua melakukan prosesi sungkem dengan nenek dan kakek serta kedua orang tua kami dan foto bersama.

Acara selanjutnya adalah baantar jujuran. Tradisi baantar jujuran ini sering ditemui dalam rangkaian pernikahan orang-orang Banjar. Baantar jujuran adalah sebuah acara penyerahan seserahan dari pihak mempelai pria kepada mempelai wanita. Seserahan tersebut biasanya berisi perlengkapan yang akan dipergunakan oleh mempelai wanita dari ujung kepala hingga ujung kaki, perlengkapan rumah tangga sampai perlengkapan dapur.

Dalam rangkaian pernikahan gue, prosesi baantar jujuran sendiri dilakukan setelah semua rangkaian acara akad nikah selesai. Diawali dengan penyerahan seserahan yang telah dibawa suami dan keluarganya kemudian dibuka oleh seorang pembawa acara. Pembawa acara kemudian mempersilakan perwakilan dari pihak mempelai pria untuk menyampaikan sambutan dan biasanya menggunakan pantun dalam bahasa Banjar. Setelah itu, perwakilan dari mempelai wanita juga akan menyampaikan kalimat penerimaan atas seserahan yang diberikan dan diiringi dengan pantun berbahasa Banjar. Kemudian dalam acara ini juga kedua mempelai melakukan prosesi penukaran cincin. Setelah prosesi penukaran cincin, ada juga prosesi penyerahan uang jujuran yang secara simbolis diserahkan dari mempelai pria kepada mempelai wanita, kemudian diletakkan kedalam sebuah tempat yang sudah dihias sebelumnya dan diisi dengan bunga rampai. Uang tersebut kemudian diaduk di dalam tempat yang sudah tersedia bersama dengan bunga rampai, lalu dikeluarkan kembali untuk disimpan oleh pihak mempelai wanita. Bunga rampai yang tersisa dan telah diaduk tadi kemudian dicampur kembali dengan bungkusan gula merah, kelapa potong, bungkusan uang kecil-kecil, permen dan sejenisnya yang semuanya telah dihias. Setelah semuanya diaduk, gue dan suami berserta kedua ibu kami kemudian melemparkan bunga rampai, gula merah dan sejenisnya tadi kepada para tamu wanita yang hadir mengikuti acara tersebut. Para tamu antusias berebut untuk mendapatkan gula merah dan sejenisnya tersebut. Setelah prosesi tersebut selesai, pembawa acara menutup acara dan diakhiri dengan pembacaan doa oleh pembaca doa. Setelah semua acara selesai, para tamu dapat menyantap makanan dan pulang.

Acara kami pada hari itu selesai sekitar pukul 2 siang, karena setelah acara baantar jujuran selesai ternyata masih ada beberapa teman yang baru bisa datang pada siang harinya. Setelah semua tamu dan keluarga lain pulang, barulah kami berdua bisa makan dan beristirahat. Alhamdulillah acara kami pada hari itu berjalan dengan lancar, meskipun ada beberapa kekurangan atau beberapa acara yang belum sesuai dengan rencana, masih dapat kami maklumi dan syukuri.

Berakhirnya acara akad nikah dan baantaran jujuran pada hari itu menandai awal mula perjalanan gue dan suami sebagai seorang suami dan istri. Mengantarkan gue dan suami memasuki fase kehidupan yang baru dengan penuh rasa bahagia, diiringi doa dan harapan akan berakhir bahagia pula nanti pada saatnya maut memisahkan. Begitulah kiranya doa dan harapan kami, dan gue yakin merupakan doa dan harapan semua pasangan dan keluarga lain juga.

***

Pernikahan merupakan suatu proses yang ada dalam kehidupan dimana dalam setiap kehidupan tidak akan selalu statis dan lurus seperti apa yang selalu kita inginkan. Tentu di dalamnya terdapat dinamika yang akan memberikan dan mengajarkan kita banyak hal untuk selalu bersabar dan selalu bersyukur, menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Bagi gue, pernikahan merupakan suatu langkah awal yang dimulai dengan niat baik dan mulia untuk mencapai tujuan akhir yang baik dan mulia juga bersama pasangan hidup gue. Semoga gue dan suami bisa menghadapi segala tantangan yang mungkin akan menghampiri kami dalam perjalanan panjang ini bersama. Semoga kami bisa selalu menjaga komitmen untuk saling melengkapi, menerima kekurangan masing-masing dan saling memperbaiki diri, belajar bersama membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Aamiin.

Monday, September 17, 2018

Tulisan Menjelang Hari Pernikahan

Beberapa waktu sebelum hari pernikahan, gue pernah menyempatkan diri untuk menuliskan beberapa hal dalam sebuah catatan ketika kerjaan gue lagi sedikit selama di kantor. Tujuannya untuk mengingatkan gue kembali pada perasaaan-perasaan di masa itu, karena gue itu orangnya pelupa, barangkali tulisan ini bisa membantu gue untuk mengenang masa-masa tersebut. Awalnya pengen langsung ditulis di blog setiap hari, tapi gue memutuskan untuk dikumpulkan hingga nanti bisa gue posting dalam satu postingan saja.

Niat awalnya pengen membuat diary menjelang pernikahan, yang isinya menceritakan segala hal tentang hari-hari gue sebelum hari pernikahan, tapi pada kenyataannya, niat tersebut rupanya belum terlaksana sepenuhnya, gue hanya sempat menuliskan 4 hari yang telah gue lalui dari 100 target hari yang ingin gue tulis.

H-98 Hari Pernikahan
Hari ini adalah H-98 hari pernikahan gue dan calon suami, yaitu tanggal 11 Mei 2018. Kalau mau dibilang masih lama, memang masih lama, tapi kenyataannya hari bahagia itu semakin dekat. Ada sedikit rasa cemas dalam pikiran gue. Kembali mengingat dan bertanya apakah gue sudah mantap dan siap dalam menjalani kehidupan baru menjadi seorang istri? Apakah gue sudah cukup dewasa dalam mengambil setiap keputusan? Apakah gue bisa menjadi istri terbaik bagi suami gue kelak? Apakah semuanya akan baik-baik saja? Atau bahkan semakin membaik? Semua pertanyaan-pertanyaan itu muncul dan gue hanya bisa menebak-nebak jawabannya sembari berdoa untuk semua kebaikan yang mungkin akan terjadi di masa depan.

H-95 Hari Pernikahan
Hari ini adalah H-95 hari pernikahan gue dan calon suami, yaitu tanggal 14 Mei 2018. Kalau dihitung kayak gini kadang jadi berasa kayak lama banget. Kegiatan menulis kayak gini mulai gue lakukan ketika ada waktu senggang selama berada di kantor. Kebetulan memang jobdesc gue saat ini gak sebanyak yang lalu. Karena segala macam sudah gue lakukan untuk menghilangkan jenuh, akhirnya gue pilih dengan menulis perasaan gue sebelum hari pernikahan. Sampai hari ini gue belum mengirimkan draft desain undangan kepada Omah Undangan untuk dicetak karena masih menunggu desain yang harus direvisi oleh desainernya. Gue juga belum mengirimkan desain untuk souvenir.

H-58 hari Pernikahan
Hari ini adalah H-58 hari pernikahan gue dan calon suami, yaitu tanggal 20 Juni 2018. Hari ini gue melakukan vaksin TT pertama didampingi oleh calon suami di Puskesmas dekat rumah di Banjarmasin. Selain gue yang melakukan vaksin, calon suami juga mengurus surat keterangan sehat disini. Pelaksanaan vaksin TT bagi calon mempelai wanita dan surat keterangan sehat calon mempelai pria merupakan persyaratan yang diminta oleh KUA. Selain itu, hari ini kami juga melakukan fitting untuk baju akad di salon.

H-57 Hari Pernikahan
Hari ini adalah H-57 hari pernikahan gue dan calon suami, yaitu tanggal 21 Juni 2018. Gue dan calon suami sudah kembali ke perantauan masing-masing dari libur panjang setelah lebaran tahun 2018. Alhamdulillah beberapa urusan pernikahahan selama di Banjarmasin bisa kami selesaikan. Seperti surat pengantar nikah dan dokumen-dokumen lain untuk diserahkan kepada KUA (ini yang terpenting). Urusan souvenir sudah acc mengenai desain akhir dengan vendor, tinggal menunggu hasil produksi dan proses pengiriman yang kemungkinan akan selesai dan dikirim pada minggu ketiga bulan Juli 2018. Urusan undangan juga baru sampai proses revisi terakhir dari vendor, tinggal menunggu desain akhir untuk selanjutnya dilakukan pencetakan. Sebenarnya agak sedikit worry juga untuk urusan souvenir dan undangan karena waktu selesainya kemungkinan di minggu ketiga bulan Juli 2018. Beberapa vendor masih libur dan baru mulai beroperasi kembali pada tanggal 25 Juni 2018 setelah libur lebaran, tapi semoga semuanya bisa selesai tepat waktu. Aamiin. Fitting baju juga baru dilakukan untuk acara akad sementara untuk resepsi dan baju orangtua kami jadwalkan di bulan Juli 2018 (H-1 bulan). Masuk H-57 ini udah mulai mikirin tentang perawatan yang harus dilakukan sebelum hari H dan kayaknya udah mulai ngurangin jalan-jalan dulu sekalian untuk berhemat.

4 hari yang gue ceritakan diatas merupakan bagian dari 100 hari menjelang pernikahan gue yang sangat istimewa. 96 hari dari 100 hari menjelang pernikahan, tentu sama menariknya, namun sayang gue tidak sempat menuliskan semuanya karena kesibukan dan rutinitas gue pada waktu itu. Tapi alhamdulillah tulisan pada 4 hari tersebut tetap bisa mengingatkan gue kembali pada masa-masa itu, masa dimana gue mempersiapkan segala hal tentang hari bahagia gue.

Sekian.

Wednesday, July 18, 2018

Bicara Tentang Pernikahan

Beberapa tahun yang lalu, gue pernah membuat sebuah postingan mengenai pemikiran gue tentang pernikahan (bisa baca disini). Semua pemikiran yang mengawang-awang waktu itu gue tuliskan begitu saja dan hari ini gue kembali ingin bicara tentang pernikahan, menurut pemikiran gue versi sekarang. Ok mari kita mulai!

Satu per satu fase kehidupan telah gue jalani selama seperempat abad ini. Orang datang dan pergi silih berganti. Ada orang baru dan orang lama. Mereka semua adalah bagian dalam kehidupan sederhana gue ini. Semakin hari, semakin bertambah usia. Namun bukan berarti semakin bertambah usia, kita menjadi semakin dewasa. Semua itu pilihan dari kita masing-masing. Dan gue berharap semoga gue sudah semakin dewasa. Aamiin.

Dulu, satu per satu teman sudah mulai siap dan berani melangkah dalam sebuah bahtera rumah tangga alias sebuah pernikahan. Sekarang? Banyak teman gue sudah memasuki fase tersebut. Setiap minggu, di bulan-bulan tertentu, akan ada undangan untuk menghadiri acara pernikahan mereka dan gue sampai saat ini masih sama dengan gue yang menuliskan postingan itu 3 (tiga) tahun yang lalu, masih belum menikah (dibaca: akan menikah). Nyahaha.

Friday, June 1, 2018

25 tahun

Alhamdulillahirrabbilalamin.
Terima kasih ku ucapkan kepada seorang wanita, ibu yang telah melahirkanku ke dunia tepat 25 tahun yang lalu. Terima kasih atas perjuangannya mengandungku selama 9 bulan, menjaga dan membesarkanku, hingga aku sampai seperti sekarang. Terima kasih atas perjuanganya yang terus menerus untukku. Hingga sekarang, setiap hari selalu menungguku pulang dari perantauanku sejak usiaku 18 tahun.

Thursday, June 11, 2015

June : I Don't Know About You But I Am Feeling 22

Hello June :)

Gak terasa udah masuk bulan Juni dan baru hari ini bisa mulai nulis di blog lagi. Sebelumnya gue harus disibukkan dengan segudang kegiatan baru, mulai dari klasikal calon pegawai hingga orientasi di tempat kerja yang baru. Alhamdulillah malam ini bisa online, dari sekian kalinya gue berniat untuk menulis, tapi belakangan selalu ada aja halangannya. Ada banyak cerita yang ingin gue tuliskan disini, tapi masih terkendala dengan waktu untuk menulis cerita tersebut, terutama cerita traveling yang alhamdulillah bisa terlaksana sesuai dengan target gue di 2015 ini.

Bulan Juni? Gak terasa sudah hampir setengah tahun di 2015 sudah dilewati and it's my month guys! Alhamdulillah senang banget, masih diberikan kesempatan untuk menikmati indahnya kehidupan ini oleh Allah SWT. Tepat di awal bulan ini, gue memasuki usia ke 22 tahun. Usia yang menurut gue, gue banget! Banyak hal yang sudah terjadi dan gue lakukan di usia yang sebelumnya, banyak target dan cita-cita yang sudah direstui oleh Allah dan tercapai, meskipun ada beberapa pula yang masih harus terus diusahakan nyehehe. Di usia ke 22 tahun ini, tentu semakin banyak harapan dan target yang ingin gue capai, untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Sebelumnya, gue sadar, banyak banget kesalahan yang sudah gue perbuat ke Allah, ke gue sendiri dan orang lain. Gue sadar dan di usia 22 ini, gue berusaha untuk tidak akan melakukan kesalahan-kesalahan itu lagi. Niat untuk bisa menjadi lebih baik dalam banyak hal tersebut semoga bisa gue laksanakan sebaik mungkin di hari-hari esok. Semoga gue masih diberikan kesempatan untuk bisa bersama orang-orang yang gue sayang dan orang-orang yang menyayangi gue juga hingga usia-usia gue yang akan datang, amin. Karena perjalanan masih panjang, masih banyak chapter kehidupan yang harus dilalui. Alhamdulillah, di 1 Juni 2015 ini, chapter kehidupan gue yang baru dimulai dengan segudang doa dan harapan. Bismillah, I don't know about you but I'm feeling 22!

Same with caption on my ig account, this is some wishes for my self: Comfort on difficult days, smiles when sadness intrudes, rainbows to follow the clouds, laughter to kiss my lips, sunsets to warm my heart, hugs when spirits sag, beauty for my eyes to see, friendships to brighten my being, faith so that i can believe, confidence for when I doubt, courage to know myself, patience to accept the truth, Love to complete my life. May the love hidden deep inside my heart find the love waiting in my dreams. May the laughter that I find in my tomorrow wipe away the pain I find in my yesterdays :)




Thursday, January 15, 2015

Things To Do Before I Am Getting To 22

Things to do before I am getting to 22 adalah sebuah challenge yang gue buat untuk diri gue sendiri. Challenge ini dimulai sejak gue berulang tahun yang ke 21 hingga gue berulang tahun yang ke 22 di tahun ini (2015). Tujuan gue melakukannya adalah untuk memotivasi gue melakukan hal-hal baru, hal-hal yang belum gue lakukan, penting, atau paling sederhana sebelum gue berusia 22 tahun. Sebagai alarm yang mengingatkan gue akan hal-hal yang perlu gue lakukan sebelum gue menginjak usia 22 tahun. Selain itu ini juga salah satu cara agar gue bisa merasakan dan membuat beberapa perubahan maupun perbaikan dalam diri gue. Gue ingin ketika usia gue bertambah nanti, gue bisa sedikit bangga atau puas dengan apa yang sudah gue lakukan di usia gue sebelumnya.

Gue pernah berpikir, kenapa gue tidak menargetkan jumlah dari hal-hal yang harus gue lakukan sebelum usia gue bertambah, misalnya 100 hal yang harus gue lakukan sebelum gue berusia 22 tahun? Kenapa harus hal-hal yang gue lakukan sebelum gue berusia 22 tahun? Dalam prosesnya, gue sadar bahwa ada banyak hal yang ingin gue buat dan ingin gue lakukan sebelum gue menginjak usia 22 tahun dan masih belum tentu ada berapa banyak, itulah yang menyebabkan gue tidak menargetkan ada berapa hal yang harus gue lakukan. Memang jadinya gue tidak terburu-buru harus membuat list apa saja yang ingin dan akan gue lakukan. Semuanya mengalir begitu saja, seiring dengan waktu dan keadaan gue selama ini. Tapi ketika sudah sampai satu tahun atau dengan kata lain bahwa challege untuk tahun ini selesai, sepetinya gue baru akan menuliskan jumlahnya.

Things to do before I am getting 22 ini gue lakukan selama menjalani hari-hari gue dengan cara melakukannya, mengabadikannya, dan menuliskannya. Kemudian hal tersebut akan gue simpan dan gue posting ke beberapa media sosial gue seperti instagram, tumblr, atau blog ini.

Things to do before I am getting 22 ini merupakan bagian dari project kehidupan yang kemungkinan akan terus gue lakukan setiap tahun (Setelah umur 22, mungkin gue akan melakukan project Things To Do Before I am Getting 23, 24, 25 dan seterusnya). Ini merupakan salah satu cara yang gue buat untuk benar-benar merasakan dan menikmati perubahan yang ada dalam kehidupan gue.

Sunday, January 11, 2015

Sesekali Bicara Tentang Pernikahan : Waktu Yang Tepat Untuk Menikah

Kapankah usia ideal bagi wanita untuk menikah? Itulah pertanyaan yang muncul dalam pikiran gue beberapa waktu ini. Waktu yang membuat arah pembicaraan gue dan beberapa teman mulai beralih dari yang semula membicarakan tentang sekolah atau sekedar omongan-omongan kecil biasa, berubah menjadi omongan tentang pernikahan. Mungkin karena memang sudah mulai memasuki fase untuk membicarakan hal tersebut, selain itu juga mungkin karena beberapa teman seumuran yang lain sudah memutuskan untuk menikah (gue pikir mungkin memang sudah pilihan dan takdir mereka menikah di usia sekarang, saat gue atau banyak orang yang seumuran gue sedang asik berkutat dengan skripsi dan mencari pekerjaan).

Menurut gue memang tidak ada salahnya untuk mulai memikirkan akan seperti apa itu yang namanya sebuah pernikahan. Gue dan beberapa teman mulai membayangkan akan seperti apa kami nantinya ketika mulai memasuki fase untuk berkomitmen dengan seseorang, memulai hidup yang baru bersama. Memang sepertinya sederhana, tapi gue dan mereka sadar bahwa tidaklah mudah untuk memutuskan berkomitmen untuk melanjutkan hidup dengan seseorang yang kita pilih untuk mendampingi hidup kita nanti. Kadang memikirkannya atau membayangkannya saja gue sudah merasa rumit, banyak hal yang harus dipikirkan dan dipertimbangan. Mulai dari awal bertemu dengan calon partner hidup kita nanti hingga akhirnya memutuskan untuk menikah dengannya.

Pertemuan dengan calon partner hidup saja sudah memiliki banyak versi dan gambaran yang hanya bisa kita duga-duga bahkan terkadang ada yang tidak terduga. Memang semua rahasia Allah dan kita semua tentu punya jalan yang berbeda-beda. Gue percaya bahwa partner hidup sudah digariskan buat kita masing-masing dan akan tiba masa itu ketika kita dipertemukan dengan dia. Entah bagaimana caranya. Untuk calon partner hidup ini memang unpredictable, bisa siapa saja, orang yang sudah dekat dengan kita atau bisa jadi orang yang tidak pernah kita bayangkan akan bertemu dengannya. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan gue, memang banyak kemungkinan yang akan terjadi pada kita dan calon partner hidup kita nanti. Prosesnya pun bermacam-macam dan memang menjadi pilihan kita masing-masing. Ada orang yang mencari calon partner hidupnya sendiri, ada yang dijodohkan. Ada yang punya kriteria tertentu dan berbeda-beda setiap orang (misalnya yang baik agamanya, yang baik pendidikannya, yang baik pekerjaanya, yang baik budi pekertinya dan keluarganya, yang baik fisiknya, dan masih banyak lagi). Ada orang yang memilih untuk taaruf (dalam Islam), ada yang memilih dengan berpacaran. Ada orang yang percaya kalau sang partner ini akan datang dengan sendirinya seiring dengan kepercayaannya bahwa jodoh tidak akan kemana, ada yang asik menebar pesona dan memberikan banyak harapan dengan satu atau lebih orang. Bermacam-macam. Menurut gue apapun itu, setiap bentuk pertemuan kita semua adalah suatu produk perjodohan dari Allah SWT (kelahiran, pertemanan, maupun partner hidup). Sehingga cara apapun yang kita pilih, semua tetaplah harus disertai dengan niat, usaha, dan doa dari diri kita sendiri.

Buat gue sendiri, calon partner hidup memang harus diusahakan. Mulai dari niat untuk menerima dia (dalam hal ini membuka diri dan mulai berteman dengannya), mencari tahu dan mengenal hal tentang dia dan keluarganya (begitu juga dia sebaliknya), memikirkan banyak hal, menimbang banyak hal, dan ketika merasa sudah cocok, pas, mampu, serius, yakin, mantap, kita harus benar-benar mengusahakan yang terbaik untuk kelanjutannya. Dalam hal ini, gue ingat kata-kata bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, hingga ia sendiri yang mengusahakannya. Jadi kalau memang kita berniat baik dengan dia, maka harus sama-sama mengusahakan kebaikan tersebut.

Selain itu menurut gue, terkadang kekuatan pikiran bahwa orang tersebut yang akan menjadi partner hidup juga penting karena dengan begitu kita bisa semakin termotivasi untuk mengusahakan yang terbaik buat kita di masa depan dengannya. Selain itu juga law of attraction tersebut sama saja dengan doa yang kita yakini akan terwujud nantinya. Banyak orang secara tidak langsung menggunakan kekuatan pikiran ini, beberapa orang yang sudah menikah berkata bahwa ketika bertemu dengan partner hidup mereka, entah kenapa batin mereka mengatakan bahwa dialah orangnya. Secara tidak sadar, menurut gue, disitulah kekuatan pikiran bekerja. Jadi mulai sekarang, kalau kita memang yakin dengan seseorang, tidak ada salahnya menggunakan kekuatan pikiran tersebut. Bisa dimulai dengan berkata dalam hati seperti, “Hmm, gue percaya kalau lo partner yang diberikan Tuhan buat gue dan gue bakalan nikah sama lo nanti.” atau “gue yakin kita bakalan nikah, gak perduli sekarang kita gimana, tunggu aku yah, jangan keman-mana” atau “Ya Allah, aku percaya dialah orang yang Engkau rencanakan dan setujui untuk menjadi partner hidupku nanti.” (Nyahaha jadi pengen ketawa). Terserah bagaimana cara kita menggunakan pikiran tersebut, yang penting semua pikiran tersebut haruslah pikiran positif dan tetap harus selalu disertai dengan usaha dan doa juga.

Itu baru dengan siapa kita akan menikah, dalam hal ini calon partnernya. Ketika sudah ada calonnya, masih banyak lagi yang harus dipikirkan, misalnya kesiapan untuk berkomitmen dalam pernikahan. Gue pernah berbicang dengan beberapa teman, baik yang sebaya maupun yang lebih tua seperti orang-orang di kantor. Entah kenapa tiba-tiba waktu itu kita membicarakan soal ini, ketika itu mereka tiba-tiba bertanya dengan gue,”Memang kamu kapan ingin menikah? Mau umur berapa? Sudah ada target di umur berapa?” waktu itu gue menjawab kalau gue ingin menikah, tapi belum siap. Mendengar jawaban gue ini, beberapa diantaranya yang sudah menikah memberikan tanggapan yang cukup membuat gue kembali berpikir. Menurut mereka kalau kita masih saja beranggapan bahwa kita belum siap, entah itu belum siap dari segi manapun, kita tidak akan di’siap’kan oleh Allah (kembali lagi ke kekuatan pikiran menurut gue). Memang ada banyak hal yang harus dipersiapkan baik dari dalam diri sendiri maupun dari hal-hal lainnya, tapi alangkah baiknya kita harus merasa bahwa kita akan siap ketika masa itu tiba. Karena kapan masa itu menghampiri kita juga masih mengawang-awang dalam bayangan kita, maka selama proses menuju masa itulah kita mulai menyiapkan diri kita sebaik-baiknya, entah itu dengan cara memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri (physically dan mentally), meningkatkan kemampuan finasial kita, dan hal-hal lain yang membuat kita siap untuk berkomitmen dengan seseorang, lebih serius. Tidak ada salahnya membuat target, di usia berapa kita akan menikah, tapi jangan juga terganggu oleh target usia yang kita buat itu, sehingga terobsesi harus sesuai dengan target tersebut. Kalau gue, entah kenapa sempat terpikirkan untuk menikah di usia 23 tahun nanti, tapi kembali lagi, masa depan masih belum tahu akan seperti apa. Apapun nanti, kembali lagi kita harus selalu berdoa dan meyakini yang terbaik untuk diri kita, sesuai persetujuan oleh Allah SWT.

Soal kesiapan untuk menikah, ada banyak sekali yang bahkan gue bingung jika menulisnya satu persatu di tulisan ini. Beberapa teman sebaya gue dengan bebas berpendapat dan meyakini bahwa mereka siap menikah ketika mereka sudah ini dan itu, ketika mereka blablabla. Berbeda-beda. Masing-masing merasa mereka akan siap ketika kapan, itu juga kembali lagi pada pilihan mereka.

Selain itu, karena pernikahan tidak hanya menyangkut kita dan calon partner hidup saja, melainkan juga kedua belah keluarga masing-masing yang akan terlibat. Dalam hal ini kedua keluarga juga melakukan ‘pernikahan’ menurut gue. Oleh karena itu kita, harus mampu menjadi satu, bukan hanya menjadi satu dengan calon partner hidup kita itu, tapi juga menyatu dengan keluarganya. Begitu juga sebaliknya, dia harus menyatu dengan kita dan keluarga kita. Saling menerima dan menghormati bukan hanya dengan calon partner, tapi juga dengan keluarganya. Karena sudah pasti dua keluarga akan menjadi satu, maka kaluarga kamu, akan menjadi keluarga kita, sama saja, keluarga sendiri. Jadi sebaiknya, kita juga harus dekat dengan keluarga masing-masing.

Setelah banyak pertimbangan dan pemikiran tentang kesiapan untuk menikah dan memutuskan untuk menikah, banyak lagi yang harus direncanakan dan disusun bersama partner yang kita percaya tersebut. Rencana pernikahan akan seperti apa dan setelah pernikahan akan seperti apa. Gue dan teman-teman gue tidak kurang membahas persoalan seperti ini juga. Untuk wanita, ketika sudah menikah apakah memilih tetap untuk bekerja atau menjadi ibu rumah tangga, akan merencanakan mempunyai anak kapan dan berapa, perubahan-perubahan yang akan dibuat dan dijalani setelah menikah, dan masih banyak lagi dan gue yakin kalau dituliskan itu akan panjang sekali, dan tidak pernah habis untuk dibahas, karena pasti muncul berbagai macam pemikiran.

Saat ini, di usia gue dan teman-teman gue sekarang, 21 tahun, memang sudah sewajarnya terbersit tentang masa depan dan pernikahan. Gue pernah membaca artikel, untuk wanita memang di usia 20an adalah usia yang tepat untuk menikah, kenapa? Karena kesehatan reproduksi wanita di usia tersebut masih sangat bagus. Untuk laki-laki, mungkin usia 25 tahun keatas. Dan mengenai kapan tepatnya kita harus menikah, menurut gue kembali lagi, tergantung kepada diri kita masing-masing, calon partner kita, keluarga dan Allah SWT. Tidak masalah kita ingin menikah usia berapa, asalkan memang sudah cukup umur dan siap dengan segala-galanya (Ingat, kesiapan disini juga bermacam-macam, tergantung orangnya masing-masing). Nah, buat kita sekarang adalah saatnya untuk mulai bersiap menyambut datangnya fase itu, mulai menyiapkan diri dengan terus memperbaiki diri dari segala aspek (agama, fisik, mental, pendidikan, finansial dll. InsyaAllah atas semua usaha dan keyakinan kita (jangan abaikan kekuatan pikiran, yang positif), kita semua akan mendapatkan partner hidup terbaik yang memang sudah ditakdirkan dan disetujui oleh Allah.

2015 Gonna Be Better Year For Us

Selamat tahun baru 2015! Alhamdulillah, 2014 sudah menjadi sejarah dengan berbagai momen dan perasaan di dalamnya dan di tahun yang baru akan selalu terbersit doa dan harapan agar kita semua bisa menjalani hari-hari sebaik mungkin dan menciptakan sejarah baru dalam kehidupan kita yang akan datang tentunya.

Ini adalah postingan pertama gue di tahun 2015. Flashback dulu ke tahun sebelumnya, alhamdulillah beberapa target dan harapan yang gue buat untuk tahun 2014 bisa tercapai, seperti target dan harapan gue untuk lulus kuliah tepat waktu dengan nilai yang cukup memuaskan, bisa mengexplore Bandung dan beberapa tempat di Jakarta, membeli beberapa barang yang gue inginkan, dan yang tidak kalah pentingnya yaitu bisa mendapatkan pekerjaan di tempat yang gue inginkan dengan usaha gue sendiri.

Awal tahun ini gue mulai dengan membuat rencana target apa saja yang ingin gue capai selama setahun kedepan dan beberapa rencana untuk tahun-tahun berikutnya. Beberapa diantaranya adalah masih sama seperti tahun-tahun lalu, seperti gue ingin lebih sering melakukan perjalanan entah itu dengan ala koper atau ransel ke tempat-tempat baru yang belum pernah gue kunjungi (place lists-nya sudah gue buat) dengan memanfaatkan weekend atau hari libur lainnya, sendirian atau dengan orang-orang yang gue sayang. Selain menjelajahi tempat yang belum pernah didatangi, gue juga ingin lebih mengenal Bandung (kota yang tidak pernah bosan ingin gue jelajahi), beberapa tempat di Jabodetabek dan lebih sering pulang ke Banjarmasin, insyaAllah. Lebih benyak mengabadikan momen dan belajar cara mengambil foto dengan baik. Menjalankan studi dengan sebaik mungkin, mengerjakan presentasi dan proposal lebih rajin dan tepat waktu, lulus kuliah tepat waktu di 2015 akhir (insyaAllah). Lebih bisa mengontrol emosi ketika menghadapi persoalan yang menurut gue ribet karena gue kebanyakan mikir. Bertemu dengan orang-orang baru. Membeli beberapa barang yang gue inginkan. Show and tell my mom that I love her, more and more, on and on. Lebih sering berkumpul dengan orang tua, keluarga dan teman-teman. Aktif postcrossing dan blogging. Lebih banyak mengonsumsi air putih dan makanan sehat, mengurangi junk food, rajin lari dan olahraga lainnya. Menabung. Bekerja sebaik mungkin di kantor yang baru. Dan yang paling utama adalah menjadi gue yang lebih baik lagi dari sebelumnya, lebih mandiri, lebih rajin, tidak menunda-nunda sesuatu dan lebih dewasa dalam segala hal, rajin beribadah, mengurangi galau dan sedih yang tidak jelas, lebih berani dan terus mencoba melakukan sesuatu sebaik mungkin, sebisa gue. Live to the fullest.

It may not be that easy to start, but if we want it, we try it, we do for it, we can enjoy the process! Semangat menjalani hari-hari di 2015, semoga resolusi yang gue buat bisa terwujud. Amin. Jangan lupa berdoa, semoga gue, mama, papah, keluarga, teman-teman, kita semua terus diberikan kesehatan dan umur yang panjang dan bertemu dengan tahun-tahun berikutnya. Selalu diberikan berkah dan semoga hari kita selalu dipenuhi dengan kebahagiaan. Lelah atau sedih ada kalanya menghampiri dan itu hanya sebagian kecil dari rasa yang memang wajar dalam kehidupan, dan semua orang pasti pernah menghadapi situasi dan perasaan seperti itu, yang terpenting jangan pernah lupa untuk kembali semangat, berusaha, dan berdoa untuk mewujudkan apa yang ingin kita capai dalam kehidupan (dunia dan akhirat). Satu lagi, stay possitive! 2015 gonna be better year for me, for you, for all of us.

Monday, December 22, 2014

Mama, Kamulah Tuhan Yang Nyata Bagiku

Bersyukur 21 tahun yang lalu saya telah dilahirkan oleh seorang ibu yang menurut saya sangat luar biasa. Saya tahu bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik dan kamu adalah ibu terbaik yang saya miliki.

Tulisan ini saya buat untuk mama, tidak banyak yang bisa saya ungkapkan, tapi inilah sebagian dari perasaan yang saya rasakan sejak kecil hingga saat ini, karena memiliki seorang ibu seperti mama.

Selamat hari ibu mama :)

Mama, tanpamu aku takkan pernah ada. Mungkin aku tidak pernah meminta kepada Tuhan untuk dilahirkan dari rahimmu, tapi Tuhan sungguh teramat baik, Dia memilih aku untuk terlahir sebagai anak perempuanmu. Aku sangat bangga dan bahagia memiliki seorang ibu sepertimu.

Mama, tidak akan pernah hilang dalam setiap memoriku. Sejak kecil aku selalu bersama denganmu kemanapun dan dimanapun kamu selalu mengawasiku. Aku ingat mama, sewaktu aku berusia 3 atau 4 tahun, aku yang pemalu ini selalu berlindung dibelakangmu ketika bertemu dengan orang-orang yang baru kukenal. Sekarang aku sudah dewasa mama, aku tidak lagi bersembunyi dibelakangmu ketika bertemu orang baru. Meskipun sekarang kita terpisah oleh jarak, tapi aku yakin kita tetap selalu bersama, disini, didalam hati kita masing-masing. Dan aku pasti akan kembali mama. Jangan pernah lelah untuk menunggu anakmu ini mama. Aku tahu menunggu itu membosankan, tapi pasti akan tiba waktu itu, waktu dimana kita bisa bersama, menghabiskan waktu bersama. Mama, dirimu akan selalu ada disetiap langkahku, kemanapun aku pergi dan dimanapun aku berada. Memori tentang apa saja yang telah kita lalui dalam kehidupan ini, aku yakin akan selalu terekam dalam ingatan dan hati ini.

Mama, kamu mandiri dan pemberani layaknya seorang pahlawan buatku. Berbagai cerita hidup telah mama buat dan dari situ aku tahu mama adalah orang yang mandiri, tidak bergantung pada sesuatu. Selagi mama bisa, mama akan lakukan itu sebaik mungkin. Keberanianmu tidak usah diragukan lagi, seperti pahlawan, dari awal kamu sudah berjuang dengan segenap jiwa dan ragamu untuk melahirkan aku ke dunia. Sungguh mama wanita hebat, bagiku. Mama, terkadang aku malu denganmu, aku merasa kurang percaya diri dan pemberani pada suatu waktu tertentu, beda denganmu yang menurutku lebih berani dan percaya diri, misalnya ketika berada di muka umum, ketika mengungkapkan pendapat, dan masih banyak hal lagi. Tapi mama, aku tahu darimana hobi traveling sendiriku itu berasal. Ya, dari mama. Mama pernah bercerita bahwa sejak remaja mama juga suka jalan-jalan, sendiri atau bersama teman-teman. Mama tidak takut untuk berjalan sendiri ke tempat yang ia ingin datangi. Kata mama, selagi kita masih punya mulut, bisa berbicara dan bertanya, kita tidak akan tersesat. Mungkin ini salah satu hal darimu yang menurun padaku mama, aku yang suka jalan-jalan sendiri, mencari tahu apa yang ingin aku tahu dan mendatangi tempat yang ingin aku datangi. Aku tahu, mama selalu cemas ketika aku sendiri disuatu tempat atau pergi ke suatu tempat, itulah sebabnya mama sering menyarankan untuk pergi bersama teman saja daripada sendirian. Tapi aku tetaplah anakmu yang bandel ma, aku tetap saja pergi sendiri ke tempat dimana aku ingin pergi. Setidaknya dari hal itu, aku bisa belajar untuk lebih berani bertemu dengan orang baru dan memulai sesuatu yang baru.

Mamaku pintar. Ya, ini bagiku. Mama, aku selalu mengamatimu. Mama suka sekali membaca dan menonton berita di tv. Mama bilang, kebiasaan itu sudah ia miliki sejak ia masih muda. Banyak hal yang bisa ia dapat dari membaca dan menonton tv. Tidak heran mama, darimu aku mendapat banyak pengetahuan dan informasi bagus dan menarik. Mama, dirimu sebenarnya seperti google, nyahaha. Beberapa hal yang aku belum tahu dan mungkin bisa aku dapat dari membacanya di buku atau di internet, mama sudah tahu lebih dulu. Mama bilang banyak sekali yang bisa mama dapat dari melakukan hal-hal itu. Mama lebih mudah bergaul dengan orang lain, kalau dibandingkan dengan aku, aku mungkin lebih kuper dari mama ketika seusiaku. Entah kenapa. Mama juga orang yang kreatif dan imajinatif, banyak hal-hal atau ide-ide yang biasa dia dapat dan dia contohkan di kehidupan. Beda dengan aku yang kurang kreatif dan mikirnya lama, nyahaha. Mungkin karena hobi mama tadi, yang suka membaca dan menonton tv. Mama suka semua berita sepertinya, kadang mama bahkan terasa seperti pengamat politik, kesehatan,fashion, lingkungan, dan olahraga. Senang jika sudah berbicara banyak hal dengannya, rasanya dia lebih update tentang berbagai info daripada aku sendiri. Seperti kemarin pada sat pelantikan menteri baru, mama bahkan membela-belakan untuk mencatat nama-nama menteri ketika diumumkan di tv. Lucu memang bagiku, tapi kata mama, itu salah satu cara yang ia lakukan untuk pengetahuannya, supaya dia tahu dan tidak ketinggalan informasi. Pokoknya apa yang ia rasa perlu dicatat, akan dicatat olehnya. Mama juga suka nonton bola. Senang sekali rasanya punya mama yang ikut-ikutan euphoria ketika menonton bola. Masih sama, mama kadang mencatat nama-nama pemain yang ada, baik dalam kertas maupun dalam ingatannya. Kadang mama juga memberitahuku ketika ada jadwal pertandingan bola (bahkan dia lebih tau info jadwalnya daripada aku nyahaha). Tapi kadang ketika pertandingan sampai larut malam, mama tidur duluan dan aku yang melanjutkan nonton sampai selesai, meskipun terkadang dia juga menyuruhku untuk segera tidur, jangan nonton lagi.

Mama, kamu adalah dokter pribadiku. Mungkin karena pengalaman hidupmu, hobimu, dan naluri keibuanmu. Kamu selalu tahu apa yang harus dilakukan ketika aku sakit. Meskipun pada kenyataannya profesi mama bukan dokter, tapi mama itu ibarat first aid kitnya aku. Seperti sekarang, ketika sakit, orang pertama yang aku hubungi adalah mama dan orang pertama yang mencemaskanku, tetaplah mama. Mama memberikan saran obat atau suplemen apa yang harus aku minum. Mama selalu mengingatkan untuk hidup sehat, jangan tidur telat, cukup istirahat, jangan makan sembarangan dan masih banyak hal-hal positif lainnya. Oh iya, mamaku suka olahraga, suka senam dan olahraga kecil lainnya di rumah.

Mama, aku ingat ketika kecil, aku sering sekali sakit. Setiap mendekati hari ulang tahunku, aku selalu sakit. Mama dengan penuh perhatian merawat aku yang manja ini. Memberikan puyer-puyer dari dokter, membuat bubur yang enak, member kompres ketika aku demam, memijatku, merawatku hingga sembuh. Sekarang, ketika aku jauh dari mama dan merasa sakit, mama langsung menelp dan member tahu apa saja yang harus aku lakukan, dari suara mama aku tahu mama ingin ada bersamaku saat aku sakit. Betapa perhatiannya dirimu mama. Aku sayang mama.

Mama, you’re my fashion stylist. Senang sekali mempunyai mama yang punya selera fashion cukup bagus, menurutku (setidaknya mama wajar-wajar saja lah penampilannya, tidak aneh dan nyeleneh). Apa yang dipilihkan mama untukku, pasti semua orang menyukainya. Mungkin karena hobi mama yang suka mencari informasi dan pengetahuan, terutama soal fashion. Mama menyukai sesuatu yang unik, berbeda, simple dan tidak pasaran. Terkadang aku suka sekali dipilihkan pakaian oleh mama dan meminta pendapat mama untuk membeli pakaian tertentu. Mama, tahukah mama aku sangat mengagumi mama, aku bahkan merasa out of style dibandingkan mama. Mama diusiaku sekarang mungkin lebih gaya dan keren fashionnya daripada aku yang sekarang, ya aku bisa membayangkannya mama. Kadang aku merasa penampilanku tidak lebih baik ketika mama yang mengatur nyahaha. Mama, aku ingat ketika aku mengenakan busana yang aneh dan nyeleneh atau tidak sesuai, mama tidak langsung mengkritikku, tapi ketika sudah pulang dari kegiatanku, mama baru berucap dan benar ternyata ada yang salah pada pemilihan busanaku. Kadang aku malu padamu mama, kenapa aku tidak seperti dirimu, kadang aku terlalu cuek kadang aku perfeksionis, kadang tidak sesuai dengan acaranya nyahaha. Mamaku bisa membuat pola baju (mendesain sendiri) dan menjahit, tapi mama tidak bisa memotong kainnya (sepertinya). Sewaktu kecil, aku terbiasa dibuatkan baju dari model yang ia pilihkan. Aku juga pernah diajari untuk menggambar pola baju untuk Barbie dan menjahitnya menggunakan mesin jahit. Mama, aku tahu mama selalu geleng-geleng kepala ketika sekarang aku suka sekali membeli pakaian dan sepatu sesuai dengan keinginanku, bukan sesuai dengan kebutuhank, tidak heran lemariku selalu penuh dengan pakaian yang kurang terpakai dan sepatu yang lama tidak digunakan. Tapi mama, aku sungguh merasa bahwa diriku tomboy atau tomboy wanna be? Wkk, aku tidak suka make up mama, mama pun begitu mama tidak suka make up yang menor atau berlebihan, mama suka yang simple dan sesuai dengan eventnya. Tahukah mama? Ketika ada event dan aku harus menyewa jasa make up untuk acara-acara tertentu, sungguh aku merasa tidak nyaman, mama sepertinya tahu dan kalau memang tidak sesuai mamapun hanya bisa pasrah karena bukan mama yang melakukannya. Mama selalu menekankan kerapian dalam berbusana dan kebersihan. Mama, aku bersyukur punya ibu seperti mama.

Mama tidak pernah pilih kasih. Mama, bukannya aku melebih-lebihkan, tapi memang pada kenyataannya begitu. Mama, aku tidak tahu mengapa, tapi sepertinya mama memang tidak pernah membeda-bedakan orang. Aku sangat senang sekali mama, aku merasa mama memberikan kasih sayang kepada siapa saja. Misalnya saja ketika ada sepupu yang main ke rumah kita atau ketika sedang bersama sepupu-sepupu, mama tidak pernah membedakan perlakuan mama padaku ataupun pada mereka. Jika aku diberikan A, mama juga memberikan mereka A. Aku melihat, mama menyayangi mereka seperti menyayangiku. Mungkin tidak begitu berarti bagi mereka, tapi bagiku, senang sekali dapat merasakan itu pada sosok mama. Ketika satu hal kurang baik terjadi pada mereka, mama juga ikut merasakan atau mencemaskan mereka. Ketika mereka bahagia, mama ikut bahagia. Mama, terima kasih secara tidak langsung mengajariku untuk selalu berbuat baik pada semua orang tanpa membeda-bedakan.

Mama, kamulah guru terbaik yang aku miliki. Mama adalah orang pertama yang mengajariku untuk berbicara, menulis, membaca dan berhitung. Aku mungkin tidak mengingat kapan aku pertama kali bisa mengucapkan kata “mama”, tapi aku yakin bahwa mama lah yang mengajariku untuk mengucapkan kata itu dan mengajariku untuk berbicara. Aku ingat, di usiaku yang belum genap 4 tahun, setiap pagi ketika mama ingin melakukan aktivitas sebagai ibu rumah tangga seperti mencuci dan memasak, mama mengajarkan aku untuk belajar menulis dan mengenal huruf. Aku dibelikan alat tulis untuk belajar menuliskan huruf-huruf dan belajar untuk mengejanya. Aku ingat, tidak jauh dari tempat mama mencuci atau memasak, ketika aku sedang mengeja kata demi kata seperti, “B-O = BO, B-O = BO, BOBO” atau “D-I = DI, N-A = NA, DINA” mama selalu mengiringi dan menyambung kata-kataku dari tempat mama berada. Tidak jarang aku berteriak dan bertanya, “kalau ini ditambah ini apa ma? Kalau ini bertemu ini apa ma?” dan mama selalu memberitahu dan menjawabnya dengan lembut, penuh kasih sayang. Mama juga selalu membelikan aku majalah anak-anak seperti Donald Bebek dan Bobo. Mama membacakannya untukku dan mengajariku membaca. Dengan sabar mama mengajariku, aku yang baru sebentar hadir merasakan dunia pada waktu itu. Masih teringat dalam ingatanku setiap senyuman dan ekspresi tulus darimu saat itu. Mamaku jago dalam hal menggambar. Itu yang aku rasakan, mama selalu menggambarkan aku berbagai macam gambar, mulai dari bunga, hewan, pemandangan, orang dan gambar-gambar lain. Tidak lupa, mama juga mengajariku menggambar dan mewarnai.

Mama, aku ingat ketika usiaku 4 tahun, aku mulai meminta untuk sekolah pada mama dan mama memasukkan aku ke sebuah TK untuk mulai belajar secara formal. Ketika di rumah, mama selalu lebih dulu mengajariku lewat buku pelajaran yang aku punya sebelum besoknya di sekolah aku belajar pelajaran itu sehingga ketika di sekolah aku sudah mendapat gambaran apa yang harus aku lakukan. Ketika ada pekerjaan rumah dari guru di sekolah, mama selalu memintaku untuk mengerjakannya sendiri dan mama membantu memberitahu cara mengerjakannya, membimbingku untuk mengerjakannya. Mama, aku ingat satu kejadian, dulu aku mengeja kata garpu dengan kata gerpu dan pada saat ulangan menuliskan nama-nama alat makan, aku menuliskannya gerpu. Ketika hasilnya keluar, aku ingat, aku bertanya pada mama, bukannya itu gerpu ma? Mama tertawa dan membenarkan bahwa bukan gerpu tapi garpu. Mulai saat itu barulah aku mengucapkan garpu dengan benar. Nyahaha.

Mama, aku ingat, kamu selalu mengantar aku ke sekolah dan menunggu hingga waktunya pulang. Ketika istirahat, mama sudah siap dengan bekal yang mama buatkan di rumah atau dengan kue-kue yang mama beli di pasar untuk mengisi perut kecilku yang lapar. Oh, iya aku paling suka ketika mama membuatkan bekal dengan lauk cumi atau udang nyahaha. Mungkin itu sebabnya aku sangat menyukai seafood hingga saat ini ya ma, nyahaha. Mama, aku ingat, bahkan ketika aku mulai memasuki sekolah dasar, mama selalu saja mengajariku satu pelajaran sehari lebih dulu sebelum jadwal pelajaran itu. Selagi mama masih bisa dan mengerti, mama pasti mengajariku cara mengerjakannya.

Mama, banyak sekali yang telah kamu ajarkan padaku hingga saat ini. Kini aku telah dewasa dan mulai belajar tentang kehidupan yang sebenarnya. mama kadang bercerita tentang pengalaman-pengalaman yang telah ia lewati sepanjang hidup ini. Mama selalu memberikan nasehat dan motivasi agar aku menjadi lebih baik lagi, untuk diriku dan untuk kehidupanku.

Mama, kamulah orang yang tidak pernah berhenti menyayangiku. Dalam keadaan apapun, mama selalu memberikan kasih sayangnya padaku. Sejak kecil hingga aku yang sudah dewasa seperti sekarang. Banyak hal yang sudah aku lalui hingga usiaku sekarang mama, dan aku bisa menyadarinya bahwa tidak ada kasih dan cinta yang paling tulus dari siapun kecuali itu darimu. Maafkan aku mama. Aku mungkin pernah lupa denganmu ketika sedang asik merasakan dunia yang baru aku jalani, tapi aku tahu, mama tidak pernah sedetikpun melupakan aku anaknya. Ketika sudah dewasa, kadang aku berselisih paham dengan mama dan marah pada mama, tapi mama tetaplah mama yang selalu menyayangiku apa adanya. Mama mengerti di usiaku yang sekarang, memang usia yang penuh dengan ambisi dan ego sendiri. Mama, disaat aku mulai mengenal cinta dari orang lain, aku pernah menyamakannya dengan cinta yang kamu berikan padaku, tapi ketika cinta itu pergi meninggalkanku, cintamu lah yang menguatkan aku dan menyadarkan aku. Ketika cinta itu pergi mama, aku merasa sangat sedih dan kehilangan. Mama, aku berpikir, dengan cinta dari orang lain yang pergi saja, aku sudah sangat kehilangan, bagaimana jika itu kamu? Aku sungguh tidak bisa membayangkan, akan seperti apa aku. Aku sangat menyayangi mama, meskipun aku tahu mama lebih menyayangi aku. Aku tidak akan pernah ingin berpisah dengan mama. Mama yang selalu meyayangi aku sepenuh hatinya. Mama, sungguh aku tidak ingin mengecewakanmu. Aku ingin selalu membuatmu bahagia, sama halnya denganmu yang selalu ingin memberikan aku kebahagiaan. Orang lain mungkin bisa menyayangiku seperti mama, tapi apakah sama halnya dengan kasih sayangmu yang takkan pernah lekang oleh waktu? Untuk setiap hal yang mama lakukan, aku tahu dibalik semua itu terdapat kasih sayang yang tulus darimu mama. Mama, kasih sayangmu tidak pernah kadaluarsa.

Mama, benar kalau kata orang bahwa ibu adalah seorang malaikat. Aku bersyukur, sepanjang hidupku, aku merasa mama tidak pernah memarahiku. Bagiku, kalaupun itu terkesan seperti memarahi, mama sebenarnya tidak pernah ingin memarahi, mama hanya menegur, karena memang aku mungkin salah. Itu hanya salah satu bentuk sayang mama yang lain karena takut aku melakukan sesuatu yang akibatnya tidak baik bagi diriku. Mama, aku memang anak yang pemarah dan pemberontak, kadang tidak mau mendengarkan nasihat mama, padahal jelas-jelas mama lebih tahu dan berpengalaman dalam hidup. Kita mungkin berselisih paham atau berdebat, tapi mama akan kembali dengan senyumannya. Mama baik sekali. Mama, aku ingat, waktu kecil mama tidak pernah sama sekali memarahi dan membentakku jika aku salah, mama malah selalu bilang kalau aku pintar, nyahaha. Mama tidak pernah kasar denganku. Mama, tidak jarang aku melihat sosok ibu diluar sana yang padahal anaknya masih kecil, tapi ketika salah atau tidak sesuai dengan ibunya, maka ibunya akan memarahi, membentak, atau mencubit anaknya. Sedih kadang melihatnya. Tapi Alhamdulillah, aku tidak pernah merasakan itu dari ibuku. Terima kasih mama. Mama, aku ingat waktu aku di sekolah dasar dan mendapat nilai yang kurang bagus, pernah sekali mama menegurku, kenapa bisa mendapatkan nilai seperti itu dan setelah itu aku diam dan sedih, merasa bahwa mama kecewa dan marah, karena memang mama jarang sekali menegurku. Kemudian mama mungkin sadar bahwa aku sedih telah ditegur, lalu mama kembali berucap kepadaku untuk memperbaiki nilai tersebut dan jangan sampai mendapatkan nilai seperti itu lagi, mama menyemangatiku untuk bisa lebih baik lagi. Sejak saat itu, ketika aku mendapatkan nilai yang kurang bagus (lagi) mama selalu memberikan kata-kata penyemangat untuk belajar dan banyak memotivasiku. Mama, aku bingung dan tidak tahu dengan apa aku bisa membalas kebaikanmu dan ketulusanmu. Setiap hal yang terjadi, kamu selalu mengingatku. Kamu selalu memberikan aku semua yang terbaik yang bisa kamu berikan. Kamu memberikan semua kebutuhanku dan tidak jarang memberikan semua keinginanku selagi kamu bisa memberinya. Bahkan tanpa aku meminta. Mama, aku bingung, sesungguhnya siapakah dirimu? Kenapa ada orang teramat baik seperti dirimu dalam kehidupan ini? Kenapa ada orang yang rela berkorban sepertimu mama? Jika ada ungkapan malaikat tak bersayap, maka itu mungkin ditujukan untukmu mama, bahkan ketika harus memilih malaikat atau dirimu, tetap dirimu yang jadi juaranya mama.

Mama, seseorang yang selalu setia, menungguku. Mama, sekarang aku sudah bukan anak kecil lagi, aku sudah dewasa, tapi sampai kapanpun aku tahu aku tetaplah anak kecil bagimu. Aku sudah 21 tahun mama. Terima kasih sudah membesarkan aku dengan segenap kasih sayangmu.

Mama, sekarang mungkin kita terpisah oleh jarak karena pilihanku untuk sekolah di suatu tempat, jauh dari rumah kita. Aku tahu, sangat berat bagi mama untuk melepaskan aku pergi untuk belajar disini. Orang mungkin bebas untuk berpendapat, kenapa mama bisa berpisah jauh dari aku atau kenapa membiarkan aku pergi, tapi aku tahu mama mengerti aku dan percaya aku. Mama selalu ingin memenuhi keinginaku, maka dari itu mama memperbolehkan aku untuk pergi sekolah disini. Aku pun tahu mama, tak pernah sedikitpun kamu ingin berjauhan denganku. Sama halnya dengan aku yang sebenarnya tidak sanggup untuk berjauhan denganmu. Kadang aku merasa sepi sendiri mama, sama seperti mama disana yang lebih sering sendiri di rumah. Mama, aku percaya bahwa mamapun percaya dengan aku. aku akan bertanggung jawab dengan semua pilihan dan keputusanku. Aku ingin membahagiakan mama dan membuat mama bangga. Terima kasih untuk setiap doa yang kamu buat untukku mama.

Mama, kita tahu bahwa aku baru saja melewati satu fase kehidupan yang lebih dewasa. Sebentar lagi, aku akan memulai fase yang baru lagi mama, ya bekerja. Terima kasih untuk setiap restu yang kamu berikan. Mama, tahukah kamu? Sungguh banyak sekali yang menjadi pikiranku saat ini. Ketika lulus dan akan diterima untuk bekerja disini, aku selalu memikirkan kita. Semula awalnya aku hanya ingin melanjutkan sekolah disini dan tidak menyangka akan beruntung bila bisa bekerja disini. Mama, aku tahu mama sangat senang ketika aku mendapatkan apa yang sudah aku usahakan. Tapi mama, teringat ketika waktu itu aku mengirimimu sebuah pesan teks bahwa Alhamdulillah aku lulus dan senang sekali. Mama berkata bahwa mama juga sangat senang, penuh suka cita apabila semua yang aku usahakan bisa tercapai. Waktu itu prioritasku adalah untuk bisa mendapatkan pekerjaan terbaik dengan usahaku sendiri. Tapi mama juga bilang bahwa ia senang sekaligus sedih karena mungkin kembali harus terpisah jauh dariku. Setelah hampir 3 tahun berjauhan, meskipun aku pulang ke rumah ketika libur atau mama datang kesini ketika ada waktu, kami tetaplah kami, yang tidak bisa berjauhan. Mama, sungguh aku galau jika mengingatnya. Aku sedih mama, aku ingin berada dekat dengan mama. Aku sadar sejauh apapun aku melangkah, menjalani dunia ini, kemanapun aku pergi, tetap pada akhirnya aku harus kembali ke rumah, aku ingin bersama mama, menghabiskan waktu dengan mama.

Aku harap semuanya akan mudah dijalani. Atas setiap pilihan yang dibuat, memang terkadang harus ada yang dikorbankan, tapi aku tidak mau dibilang mengorbankan kebersamaan kita demi sebuah cita-cita. Mama, aku yakin Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita. Terima kasih untuk setiap dukungan mama atas cita-cita dan keinginanku. Aku percaya mama yakin bahwa aku dan kita mampu menjalaninya. Mama, tunggu aku. aku akan kembali ke rumah, secepat mungkin, berkumpul dengan mama.

Mama adalah Tuhan yang nyata bagiku. Terima kasih mama atas semua yang telah kamu berikan padaku, aku tahu sebesar apapun yang dapat aku lakukan dan berikan, semuanya takkan mampu untuk membalas kebaikanmu, jasamu, pemberianmu dan pengorbananmu. Aku tidak ingin membuat mama sedih. Aku tidak ingin mengecewakan mama. Aku ingin melihat mama bahagia. Mama pernah bilang, bahwa kebahagiaan mama itu adalah aku. Aku sangat terharu mama. Menjadi kebahagiaan dari seseorang adalah suatu berkah dan hal yang paling mebahagiakan aku pula apabila akulah alasanmu untuk berbahagia. Mama, kamu selalu ada bersamaku, saat aku dalam keadaan apapun, mama tidak pernah meninggalkanku, bahkan saat berjauhanpun, mama seperti alarm yang setiap hari membangunkan dan mengingatkan aku berbagai macam hal. Mama, keberadaanmu tidak pernah terabaikan, kamu selalu ada, bersamaku, disini, didalam pikiran dan hatiku, karena mama, kamulah Tuhan yang nyata buatku.

*********

Mama, aku ingin menjadi sepertimu. Kelak, suatu hari nanti, aku pun akan merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ibu. Aku ingin menjadi ibu yang terbaik bagi anak-anakku nanti mama. Aku percaya aku bisa. Aku ingin anak-anakku nanti bisa merasakan cintaku sama seperti mama yang membuatku merasakan betapa besarnya cinta dan kasih sayang mama.

Saturday, May 17, 2014

Sahabat, Besok Kita Akan Seperti Apa?

Gue selalu percaya dengan kalimat bahwa “bestfriend is the one who brings the best in me”. Selain orang tua, sahabat punya andil yang cukup banyak dalam kehidupan gue. Orang-orang yang meskipun mereka nggak setiap saat bisa bersama, tapi akan selalu ada.

Bicara tentang sahabat, akhir-akhir ini gue sering banget komunikasi sama sahabat - sahabat lama gue. Setiap hari mereka selalu ada menemani gue dalam menjalani rutinitas. Mulai dari bangun pagi hingga larut malam, sudah seperti keluarga sendiri, Alhamdulillah. Karena sahabat – sahabat gue ini juga, gue jadi bisa menghilangkan kegalauan gue selama ini. Sesuatu yang kosong itu sekarang sudah terisi lagi dengan kehadiran mereka meskipun kita bicara hanya lewat pesan. Gue bersyukur banget atas kemajuan teknologi yang memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan orang banyak. Mereka yang jauh bisa terasa dekat, di tempat yang berbeda dan pada waktu yang bersamaan kita bisa saling share kejadian yang kita alami atau sekedar ngobrol biasa saja.

Saking seringnya kita komunikasi, gue jadi berpikir apakah kita bakalan terus kayak gini? Apakah besok, 1 tahun lagi atau 5 tahun lagi bahkan lebih, kita tetap bisa menjaga persahabatan kita? Terus menjaga silaturahmi, bercerita kejadian yang kita alami hari ini, siapa yang kita temui hari ini, bercerita tentang cita –cita kita besok, atau sekedar untuk mengenang kejadian masa lalu? Besok kita akan seperti apa ya? Banyak banget pertanyaan – pertanyaan yang ada dalam batin gue tentang kita semua. Waktu kan selalu tepat waktu? Lalu, bagaimana dengan kalian? Gue tau kita pasti akan berubah beriringan dengan waktu itu pula. Tapi gue harap persahabatan ini nggak akan pernah tergerus oleh perubahan dan waktu itu sendiri.

Wednesday, January 1, 2014

Goodbye 2013 Hello 2014

Well, waktu emang selalu tepat waktu dan 2013 sudah kita lalui bersama hingga 2014 tiba. Seperti kata pepatah, dimana ada suka, ada duka, dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan, dimana ada tangisan pasti akan ada senyuman, begitu pula hari-hari yang gue alami di tahun yang lalu. Banyak pengalaman dan kenangan yang gue buat di tahun lalu, mulai dari yang seru hingga yang bikin gue nyesek. Tapi itulah hidup, penuh kejutan. Kejutan yang mendewasakan.

Jujur, sepanjang tahun yang lalu cerita hidup gue itu unpredictable banget. Banyak kejadian yang gue alami mulai dari senengnya bisa backpacking sendiri ke Bandung, terus lanjut backpacking ke Jogja sama temen-temen, bertemu dengan orang-orang yang baru dan banyak kejutan lain yang ga pernah gue bayangkan. 

Ngebahas yang senang-senang, ga lengkap kalo ga ngebahas yang sedih. Tahun lalu ga sedikit juga yang membuat gue galau, mulai dari lelah ngelakuin rutinitas seperti harus pulang kampus malam banget karena nunggu bus yang lama, harus jalan kaki sendiri menuju kosan karena malam dan ga ada ojek, terus pengen liburan bareng orang-orang tercinta, pulang ke Banjarmasin dengan waktu yang lebih lama, terus mikirin sekolah gue , sampai diputusin. 2013 emang tahun yang lengkap banget buat gue, lengkap antara perasaan sedih sama senangnya. Kalau ditanya kesannya, sebenernya bingung juga, yang jelas gue bersyukur atas apa yang gue dapat di tahun ini.

Selamat tinggal 2013 dengan semua kisah yang ada di dalamnya. Harapan gue di 2014 semoga gue bisa menjadi Dina H yang lebih baik lagi, lebih rajin dan ga malas, ga suka menunda-nunda sesuatu, semoga bisa lulus dengan nilai yang memuaskan dan dapat pekerjaan di perusahaan yang gue inginkan, mandiri, semoga bisa mendapatkan cinta dan sayang dari orang-orang sekitar gue, bahagia dan bisa berkumpul dengan orang-orang tercinta amin.

Selamat membuat sejarah baru :)

Friday, July 12, 2013

Repost from My Tumblr - Phase of Life

Phase of life, a time when we experience a change, a change for ourselves and changes in various aspects of our life.

Gue pernah terpikir dan akhirnya sadar tentang hal ini ketika gue sedang duduk manis di sebuah transportasi umum sendiri*penting gitu? gue ceritain? haha. Gue ngerasa waktu begitu cepat berlalu. Ketika gue dipanggil ‘mba’ oleh orang-orang yang ada disekitar gue sekarang. Gue kembali berpikir bahwa secepat itukah? Padahal baru beberapa masa yang lalu, gue dipanggil dengan sebutan yang lain.

Ketika gue menaiki transportasi publik yang di dalamnya terdapat berbagai macam orang dengan bentuk yang beraneka macam juga, gue dapat dengan mudah mengamati mereka yang sekarang ini sedang menjalani salah satu fase dalam kehidupan mereka. Fase yang dulu pernah gue alami ataupun fase kehidupan nanti yang harus gue jalani.

Menurut gue, fase kehidupan kita ternyata sama seperti fase kehidupan (siklus) dari suatu produk dalam manajemen pemasaran. Kenapa? Karena semuanya berputar, mulai dari awal produk tersebut direncanakan untuk dibuat hingga produk tersebut mencapai break even point dan akhirnya produk tersebut menghilang. Begitu juga dengan fase kehidupan kita sebagai manusia, kita akan mengalami suatu fase paling awal, dimana kita adalah hasil dari kombinasi perencanaan yang dibuat oleh sepasang manusia dan Tuhan untuk bisa memenuhi kehidupan mereka sebagai keluarga yang lengkap, ya sebut saja anak. Tuhan kemudian menjadikan kita untuk bisa memberikan mereka kebahagiaan dan agar bisa berguna bagi semua orang dan makhluk hidup di bumi ini. Sama seperti suatu produk yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan. Selanjutnya produk tersebut akan diperkenalkan dan digunakan oleh konsumen, hingga produk tersebut begitu diminati dan mencapai BEP-nya. Begitu juga dengan kita, setelah kita terlahir menjadi seorang anak, kita akan memasuki fase dimana kita akan tumbuh dan berkembang, kita bisa bicara, kita bisa menggunakan akal kita untuk berpikir, kita diajarkan berbagai macam oleh kedua orang tua kita, kita disekolahkan, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga kita kuliah. Tentu ada begitu banyak perubahan yang terjadi selama fase kehidupan tersebut. Mulai dari anak TK yang polos hingga berubah menjadi remaja labil kelas SMP dan remaja sepenuhnya ketika SMA. Setelah remaja SMA, kita masuk ke fase dimana kita bisa dikatakan pada fase dewasa awal, ya seperti sekarang ini, saat kita dibangku perkuliahan.

Banyak hal yang berubah, physically and mentally, kita pasti berubah. Tapi gue gak perlu ngebahas perubahan-perubahan besar tersebut, Gue hanya ingin mengambarkan perubahan yang terjadi pada kita ini dari hal-hal kecil saja, misalnya saja dari sebutan, dulu mungkin gue dipanggil si kecil atau apalah yang menggambarkan bahwa saat itu gue hanyalah seorang anak kecil yang innocent, baru melihat dunia, lucu. Hingga sampai dimasa gue dipanggil ‘adik’ oleh mereka yang agak tuaan dikit daripada gue dan gue memanggil mereka ‘kakak’. Waktu lanjut berjalan hingga gue dapat memanggil orang yang lebih muda dari gue dengan sebutan ‘adik’ dan gue dipanggil ‘kakak’, atau disaat gue memanggil mereka ‘mba’ atau ‘ibu’.

Sekarang, gue kembali sadar, sungguh masa-masa itu terlalu cepat terjadi. waktu emang gak pernah bisa diajak untuk berkompromi ataupun untuk berhenti sebentar. Berhenti ketika kita terlalu sibuk menikmati fase kehidupan kita. Sekarang, mereka memanggil gue ‘mba’ dan gue sadar ada banyak orang yang lebih muda disekitar gue, mereka yang gue sebut ‘adik’.

Ketika gue duduk dan mengamati orang-orang yang menaiki angkutan umum tersebut, gue juga berpikir bahwa gue akan mengalami fase seperti mereka yang sudah menjadi cukup dewasa untuk dipanggil ibu. Gue kembali mengingat dan berimajinasi, ternyata dalam hitungan tahun kedepan, gue mungkin akan mengalami fase tersebut. Fase dimana gue serius untuk berkomitmen dengan orang, fase dimana gue meneruskan kehidupan gue yang lebih mandiri, bekerja, till when I get married, have a small family and have children later. Wow, cepet banget ya haha. Dan mungkin masa-masa seperti inilah yang dibut masa lengkapnya kehidupan kita yang bahagia, ketika kita bisa memiliki sebuah keluarga. Kita yang terlahir dari sebuah keluarga, lalu memiliki sebuah keluarga pula. Unik memang. Masa-masa seperti ini, mungkin yang disebut masa BEP-nya suatu produk hingga akhirnya produk tersebut kadaluarsa atau menghilang. Sama halnya dengan kita, ketika kita menjadi orang tua dan mati. Itulah fase kehidupan. Singkat memang, tapi panjang jika kita hayati. Untuk itu, nikmatilah hidup kita guys.

Teruskanlah perjalanan ini, abadikan dengan cara kita masing-masing, berbuat kebaikan dan enjoy every phase of our life.

-YOLO- enjoy your life

Sunday, February 3, 2013

Sepenggal Cerita Awal Mula Putih Abu-Abu

Ini adalah cerita dari saya untuk saya dan semuanya. Dari sinilah saya banyak belajar dan memaknai kebersamaan, dari sinilah saya mulai mencari jati diri, sahabat, bahkan lebih dari itu. Dari sinilah saya mendapatkan kehidupan baru dengan orang-orang baru, sebuah keluarga, keluarga kedua yang saya miliki.

Saya punya keinginan untuk msuk sebuah SMA yang terkenal di Banjarmasin, ya, SMA Negeri 7 Banjarmasin. Selain dekat dengan rumah saya, SMA ini merupakan sekolah impian saya sejak SD. Masuk SMA tersebut tidaklah gampang, kami calon siswa harus mendaftarkan diri melalui sekolah masing-masing, menginput nilai, dan menunggu pengumuman kelulusan untuk mengikuti tes seleksi masuk SMA. Setelah lulus dalam seleksi nilai selanjut kami dikumpulkan untuk mengikuti tes potensi akademik, pengetahuan umum, psikologi, dan wawancara.

Satu-persatu tahapan seleksi itu saya ikuti, mulai dai tes tertulis potensi akademik, tes psikologi, hingga wawancara. Pada saat wawancara yang paling saya ingat adalah  kami calon mahasiswa dikumpulkan di aula untuk wawancara pada salah seorang guru. Masing-masing guru duduk dan didepannya terdapat meja dengan tumpukan berkas-berkas registrasi calon siswa. Kami menunggu giliran untuk maju dan mendatangi guru SMA tersebut untuk wawancara secara bergantian.

Jeng! tibalah giliran saya, waktu itu saya mengunakan seragam sasirangan SMP Negeri 3 Banjarmasin dengan lengan baju yang tidak dikancing. Sontak ibu Yayu *guru yang terkenal di SMA 7* menegur saya sesaat setelah mendatangi mejanya. Ya, waktu itu saya kebagian wawancara dengan beliau. Sambil ngeles ala ABG saya bilang saja: " panas bu makanya tadi dibuka, maaf ya bu." Trus langsung deh ngancing lengan baju dan mulai wawancara. Seperti wawancara biasa, saya disuruh untuk memperkenalkan diri dengan dua pilihan, bahasa indonesia atau bahasa inggris. Lalu dengan pede-nya saya menjawab: "bahasa Inggris bu!"
Introduction saya waktu itu kurang lebih begini:
*lupa-lupa ingat* masang muka pede ABG
My name is Dina Herliana and you can call me Dina. I'm from SMP Negeri 3 Banjarmasin. I want to study in SMA Negeri 7.

Trus entah kemana bahasa inggris saya, tiba-tiba saya menjawab dengan bahasa Indonesia haha. Saya diberi pertanyaan tentang hobi, ya saya jawab hobi saya main komputer. Kenapa pengen masuk sana, saya jawab karena saya ingin masuk sana, karena sekolah ini sekolah unggulan dan banyak yang ingin sekolah disana, apalagi banyak dari keluarga saya merupakan alumni dan bersekolah disana. Lalu beliau bertanya siapa keluarga kamu? Yah saya sebut aja nama sepupu-sepupu saya dan om yang sekolah disana. Entah beliau ingat atau enggak, percaya atau enggak yang jelas beliau iya-iya aja hahaha *tapi menurut saya beliau mengenal nama-nama yang saya sebutkan, karena mereka-mereka itu punya bakat terkenal disekolah dan di-antara guru-guru, beda sama saya hehe*. Ditanya tentang kebiasaan dirumah, terus biasanya nonton tv atau enggak, sampai jam berapa, dan eng! saya dengan jurus ngeles ala ABG menjawab: iya nonton tv, bla-bla *kalo gak salah saya jwab saya suka nonton berita* dan paling sampai jam 9/10 malam, sebelum itu saya mengeluarkan jurus-jurus yang membuat kesan seolah-olah saya ini adalah anak rajin dan kutu buku. Yah kalo dingat-ingat saya malu sendiri dengan jawaban-jawaban saya. Oh iya saya juga ditanya tentang keluarga dan orang tua. Pokonya banyak banget deh pertanyaan-pertanyaan yang disodorkan kesaya. Alhamdulillah semuanya lancar-lancar aja dengan ke-sok pedean saya dan keoptimisan sih maksudnya hahaha.

Next, pas waktu pengumuman saya memang rada takut, tapi saya optimis karena mama mendukung, papah juga, keluarga juga. Hari itu saya dan teman-teman ke SMA 7 untuk melihat pengumuman dan Alhamdulillah, saya lulus dengan dua sahabat dekat saya mulai SMP, Anggi dan Maya, tapi sayang Mada tidak lulus dan akhirnya masuk SMK Farmasi dengan sahabat saya Alfisah yang memang tidak ikut ujian SMA 7.

Alhamdulillah banget, saya masuk dan orangtua saya senang banget. Akhirnya cita-cita saya, mimpi saya mulai dari SD terkabul.

Setelah lulus SMP dan serangkaian tes masuk SMA yang saya ikuti itu. Akhirnya saya dan sahabat-sahabat saya bisa masuk ke SMA Negeri 7 Banjarmasin. Sekolah yang menjadi impian kami, sekolah unggulan yang banyak diminati oleh orang-orang di Banjarmasin.

Setelah pengumuman kelulusan, saya mulai mengurus registrasi awal siswa baru, waktu itu kata mama harus bisa mandiri, harus bisa ngurus keperluannya sendiri, apalgi buat masuk sekolah, kan sudah SMA :) hehe makanya saya kesana dijemput oleh Maya yang sudah naik motor *kalo gak salah, wuuuuiih lupa deh sama Maya atau di antar papah* yang jelas saya ngurus sendiri dan bayar sendiri *maksudnya dikasih duit dulu sama ortu sebelumnya haha*

Saya dapat kain buat bikin celana olahraga hijau khas smaven, sasirangan hijau, kain hitam untuk bawahan, kain abu-abu, jilbab putih, hitam, dan pramuka, kaos olahraga smaven, lambang pramuka, lambang baju seragam, kain seragam pramuka satu stel, batik smaven yang baru dan apalagi yah? lupa haha. Yang jelas mama juga udah prepare mode baju seragam dan baju-baju pelengkap lainnya selain dari yang ditebus di sekolah.

Seneeeeeeng banget rasanya. Selanjutnya tinggal menunggu hari pertama orientasi mahasiswa baru dan hari pertama masuk sekolah. Yeay!

Akhirnya saya dan ratusan anak dari beberapa sekolah di Banjar bahkan di luar Banjarmasin bisa masuk sekolah ini, kami semua adalah anak-anak terpilih dari seleksi yang lumayan ketat dan panjang. Kamilah anak-anak angkatan baru *anak-anak percobaan, mulai dari awal LDKS di Rindam, emh apalagi yah, yaa ngerasa angkatan baru aja*hahaha. Angkatan 2009.
Dan dari sinilah semuanya dimulai.........!!!!!!!!

Yeah I'm Back

Setelah menunggu lama, walaupun belum ada perubahan dengan blog ini, akhirnya saya kembali berniat untuk menulis di blog ini, selain aktif dengan tumblr saya.

Semoga saya punya waktu yang cukup untuk bisa menulis lagi. Amin. Oh ya, enjoy guys :)

--YOLO--

Wednesday, December 12, 2012

This blog is under maintenance and is being update

Well guys, I've got some troubles with my blog because automatic synchronization from google+. So I lost all pictures from this blog and should re-post all again.
Xoxo,
DH

Sunday, September 30, 2012

Love You Parents and Respect Them

Orang tua adalah Tuhan yang nyata buat kita. Tanpa mereka kita tidak akan pernah ada di dunia yang indah ini. Bagaimanapun mereka, tetaplah mereka orangtua kita. Orang yang melahirkan, membesarkan dan mendidik kita, anak-anak mereka.

Kita tidak pernah bisa memilih untuk bisa dilahirkan dari orangtua seperti apa dan bagamana. Tuhan sudah menakdirkan kita untuk terlahir dengan orang tua kita masing-masing. Tidak ada orangtua yang ingin anak-anak mereka tidak bahagia, pada dasarnya. Tidak ada orangtua yang ingin menjerumuskan anak-anak mereka. Orangtua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka.

Karena mereka membuat kita dengan cinta, maka dengan cinta pulalah mereka membesarkan kita. Sejak masih dalam kandungan hingga kita dewasa, orangtua tidak akan pernah lupa dengan anak-anak mereka. Mereka akan selalu peduli dengan anak-anak mereka.

Ibu dan ayah, mereka adalah dua orang yang tidak akan putus hubungannya dengan kita, anak-anak mereka. Ibu selalu dengan kasih sayangnya memperhatikan anak-anaknya, ibu dengan kelembutannya mampu meluluhkan hati anak-anaknya. Ibu akan selalu menjadi malaikat penjaga bagi anak-anaknya. Ayah bekerja mencari uang untuk menghidupi keluarganya. Ayah mempunyai tanggung jawab untuk menjaga dan melindungi keluarganya. Ibu dan ayah, tidak ada yang mampu menggantikan kasih sayang mereka.
Jika ayah tidak mengerti dengan kita, maka ibu pasti bisa mengerti, begitu juga sebaliknya, jika ibu belum bisa mengerti, maka ayah mungkin mengerti itu.

Jika memang ada orangtua yang jahat dengan anak-anak mereka, itu hanya sedikit di dunia. Mereka bukan jahat, percayalah, jauh disudut hati mereka yang terdalam, mereka punya cinta untuk kita.

Selagi masih bisa bersama dengan orangtua kita, dengan ibu dan ayah kita. Janganlah lupa, janganlah kita egois dengan kemauan kita. Kita mungkin pernah marah dengan mereka kita mungkin pernah tidak sengaja berucap kasar dengan mereka, kita mungkin pernah membantah mereka, tapi jangan pernah kita melupakan mereka. Tidak ada yang benar-benar berada disamping kita selain mereka, disaat kita sedih, disaat kita senang, mereka selalu ada untuk kita.

Jagalah orangtua kita, pekalah dengan mereka. Seiring berjalannya waktu, kita semakin dewasa, mereka semakin menua. Apakah kita menyadarinya? Kadang kita lupa dan larut dalam dunia kita sendiri. Disaat mereka menginginkan kebersamaan dengan anak-anak mereka. Sayangilah ibu dan ayah kita, berikan yang terbaik untuk mereka. Jika sekarang kita masih belum bisa memberikan sesuatu (barang atau uang ), maka cukup dengan kasih sayang kita, perhatian, dan sikap kita sebagai anak yang baik untuk mereka. Karena sesungguhnya kasih sayang mereka tidak akan pernah terbalskan oleh dan demi apapun.

Orangtua kita lebih dari sekedar teman, mereka lebih dari sekedar sahabat, mereka adalah keluarga, mereka adalah Tuhan yang nyata bagi kita.