Showing posts with label Tulisan Dinoy. Show all posts
Showing posts with label Tulisan Dinoy. Show all posts

Thursday, October 11, 2018

Kemudahan Menggunakan Fitur PayLater Traveloka

Kaum melek internet mana yang sekarang ini tidak tahu dengan Traveloka? Saya rasa banyak orang yang sudah mengetahui keberadaan perusahaan penyedia layanan untuk pemesanan tiket pesawat, hotel, kereta dan masih banyak lagi ini. Saya sendiri sangat terbantu dengan adanya Traveloka ketika ingin merencanakan sebuah perjalanan. Selain bisa diakses melalui web, Traveloka bisa diakses melalui gadget dengan cara mengunduh aplikasinya di Google Play Store/ App Store. Banyak fasilitas dan kemudahan yang bisa kita manfaatkan dengan menggunakan aplikasi Traveloka. Saya biasanya menggunakan aplikasi ini untuk memesan tiket pesawat dan hotel karena frekuensi saya untuk melakukan perjalanan bisa dibilang lumayan sering. Selain itu saya pun pernah memesan tiket atraksi dan hiburan menggunakan aplikasi ini. Kemudahan yang bisa kita dapatkan adalah proses pemesanan yang cepat, diskon yang diberikan, dan kemudahan dalam metode pembayaran. Traveloka menawarkan beberapa metode pembayaran, misalnya dengan transfer antar bank, menggunakan kartu kredit, pembayaran melalui indomart dan alfamart, dan yang paling terbaru saat ini Traveloka menawarkan metode PayLater.

Apa sih PayLatter Traveloka ini? Kalian bisa mendapatkan penjelasan mengenai PayLater ini dengan mengunjungi laman Traveloka melalui web atau melalui aplikasinya. Singkatnya, dengan menggunakan fitur ini, kita bisa melakukan pembelian tiket pesawat dan lain-lain tanpa harus langsung melakukan pembayaran. Berhutang dong? Jawabannya, iya. Jadi kita bisa melakukan pembayaran 30 hari setelah melakukan pemesanan atau kita bisa melakukan pembayaran dengan cicilan 2-12 bulan. Fitur ini tentu sangat membantu bagi kita yang sedang kepepet, misalnya mendadak harus bepergian tapi anggaran untuk pergi tidak cukup bulan itu, dan lain-lain.

Nah! Beberapa waktu yang lalu, saya akhirnya mencoba fitur PayLater Traveloka ini. Semula saya enggan untuk mencoba karena masih ragu tentang keamanan dan kerahasiaan data yang harus diberikan ketika melakukan pendaftaran agar bisa menggunakan fitur ini. Namun setelah  memperoleh informasi mengenai skema Paylater lebih lanjut dari simulasikredit.com saya merasa lebih percaya dan berani untuk melakukan pendaftaran. Mengutip penjelasan dari mereka :
"PayLater adalah merupakan hasil kerja sama Traveloka dengan strartup P2P lending Danamas yang merupakan mitra dari penyalur pinjaman dana."
Selain itu Danamas juga merupakan salah satu penyalur pinjaman yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Proses pendaftaran tergolong mudah dan cepat. Yang pertama kita harus login pada aplikasi Traveloka kemudian masuk ke menu PayLater. Kemudian kita diminta untuk mengisi data seperti data pribadi, keluarga, dan pekerjaan. Kemudian mengunggah dokumen pendukung seperti misalnya foto diri, softcopy KTP, Passpor, NPWP, Kartu BPJS, atau SIM. Setelah semua dokumen pendukung kita unggah, maka kita hanya perlu menunggu verifikasi dari pihak Traveloka. Beberapa saat kemudian kita akan menerima email dari pihak Traveloka dan jika lancar, proses persetujuan tidak akan memakan waktu lama, saya sendiri kurang dari 1 jam pendaftaran langsung menerima email konfirmasi dan persetujuan dari Traveloka dengan limit sekian juta. Setelah disetujui kita bisa mengaktifkan fitur ini langsung dan mulai menggunakan fitur PayLater. Namun yang perlu diingat, kita tidak bisa melakukan transaksi menggunakan PayLater melebihi limit yang disetujui untuk kita.

Pengalaman pertama saya menggunakan fitur ini adalah untuk pemesanan tiket pesawat, proses pemesanan dilakukan seperti biasa sampai ke tahap pembayaran, setelah itu kita bisa memilih metode PayLater dan pada aplikasi akan muncul tenor yang kita inginkan, mulai dari 1-12 bulan, serta rincian biaya cicilannya, jika ingin menyicil lebih dari 1 bulan. Setelah kita memilih jangka waktu pembayaran, pemesanan tiket diproses seperti biasa dan setelah berhasil tiket akan dikirimkan via email. Selain tiket, kita akan menerima email yang menyatakan transaksi kita telah berhasil dan semacam perjanjian kredit, namanya PayLater Loan Agreement sebagai bukti transaksi yang telah kita lakukan.

Sekian pengalaman saya mencoba fitur PayLater Traveloka ini. Ya... mudah bukan? Fitur ini bisa menjadi solusi bagi kita yang ingin melakukan perjalanan namun memiliki uang yang terbatas pada saat itu. Tapi sekali lagi saya ingatkan bahwa kemudahan ini harus dimanfaatkan dengan bijak, karena bagaimanapun juga ini namanya hutang. Jangan sampai kemudahan berhutang untuk bepergian yang kita dapatkan melalui fitur ini menjadi pemicu kita untuk terus berhutang atau bayar nanti-nanti. Intinya, lakukanlah transaksi keuanganmu dengan sebijak mungkin :)

Monday, May 23, 2016

Ia, Dua Minggu Yang Lalu (atau lebih), dan Ia Sekarang

Dua minggu yang lalu, ada yang terjatuh, ia luka. Luka dan sakit.
Lalu ia bertanya dan mencari, adakah obat yang bisa menyembuhkan luka dan sakit kemarin?
Kata orang waktu menghilangkan luka dan sakit, tapi ia masih saja luka dan meninggalkan bekas. Ia pikir sakit itu sudah sembuh, tapi waktu tak bisa berkompromi dengan rasa nyeri yang kadang terasa, datang tiba-tiba.
Rupanya jatuh kemarin memberikan shock yang luar biasa. Hingga ketika ia teringat kembali saat ia jatuh. Nyeri itu kembali merenyuh. Luka dan sakit itu kembali terasa.
Hari ini, ia yang kemarin, dua minggu lalu terjatuh, ia luka. Luka dan sakit. Hingga hari ini ia rasa.

Sunday, January 11, 2015

Sesekali Bicara Tentang Pernikahan : Waktu Yang Tepat Untuk Menikah

Kapankah usia ideal bagi wanita untuk menikah? Itulah pertanyaan yang muncul dalam pikiran gue beberapa waktu ini. Waktu yang membuat arah pembicaraan gue dan beberapa teman mulai beralih dari yang semula membicarakan tentang sekolah atau sekedar omongan-omongan kecil biasa, berubah menjadi omongan tentang pernikahan. Mungkin karena memang sudah mulai memasuki fase untuk membicarakan hal tersebut, selain itu juga mungkin karena beberapa teman seumuran yang lain sudah memutuskan untuk menikah (gue pikir mungkin memang sudah pilihan dan takdir mereka menikah di usia sekarang, saat gue atau banyak orang yang seumuran gue sedang asik berkutat dengan skripsi dan mencari pekerjaan).

Menurut gue memang tidak ada salahnya untuk mulai memikirkan akan seperti apa itu yang namanya sebuah pernikahan. Gue dan beberapa teman mulai membayangkan akan seperti apa kami nantinya ketika mulai memasuki fase untuk berkomitmen dengan seseorang, memulai hidup yang baru bersama. Memang sepertinya sederhana, tapi gue dan mereka sadar bahwa tidaklah mudah untuk memutuskan berkomitmen untuk melanjutkan hidup dengan seseorang yang kita pilih untuk mendampingi hidup kita nanti. Kadang memikirkannya atau membayangkannya saja gue sudah merasa rumit, banyak hal yang harus dipikirkan dan dipertimbangan. Mulai dari awal bertemu dengan calon partner hidup kita nanti hingga akhirnya memutuskan untuk menikah dengannya.

Pertemuan dengan calon partner hidup saja sudah memiliki banyak versi dan gambaran yang hanya bisa kita duga-duga bahkan terkadang ada yang tidak terduga. Memang semua rahasia Allah dan kita semua tentu punya jalan yang berbeda-beda. Gue percaya bahwa partner hidup sudah digariskan buat kita masing-masing dan akan tiba masa itu ketika kita dipertemukan dengan dia. Entah bagaimana caranya. Untuk calon partner hidup ini memang unpredictable, bisa siapa saja, orang yang sudah dekat dengan kita atau bisa jadi orang yang tidak pernah kita bayangkan akan bertemu dengannya. Berdasarkan pengalaman dan pengamatan gue, memang banyak kemungkinan yang akan terjadi pada kita dan calon partner hidup kita nanti. Prosesnya pun bermacam-macam dan memang menjadi pilihan kita masing-masing. Ada orang yang mencari calon partner hidupnya sendiri, ada yang dijodohkan. Ada yang punya kriteria tertentu dan berbeda-beda setiap orang (misalnya yang baik agamanya, yang baik pendidikannya, yang baik pekerjaanya, yang baik budi pekertinya dan keluarganya, yang baik fisiknya, dan masih banyak lagi). Ada orang yang memilih untuk taaruf (dalam Islam), ada yang memilih dengan berpacaran. Ada orang yang percaya kalau sang partner ini akan datang dengan sendirinya seiring dengan kepercayaannya bahwa jodoh tidak akan kemana, ada yang asik menebar pesona dan memberikan banyak harapan dengan satu atau lebih orang. Bermacam-macam. Menurut gue apapun itu, setiap bentuk pertemuan kita semua adalah suatu produk perjodohan dari Allah SWT (kelahiran, pertemanan, maupun partner hidup). Sehingga cara apapun yang kita pilih, semua tetaplah harus disertai dengan niat, usaha, dan doa dari diri kita sendiri.

Buat gue sendiri, calon partner hidup memang harus diusahakan. Mulai dari niat untuk menerima dia (dalam hal ini membuka diri dan mulai berteman dengannya), mencari tahu dan mengenal hal tentang dia dan keluarganya (begitu juga dia sebaliknya), memikirkan banyak hal, menimbang banyak hal, dan ketika merasa sudah cocok, pas, mampu, serius, yakin, mantap, kita harus benar-benar mengusahakan yang terbaik untuk kelanjutannya. Dalam hal ini, gue ingat kata-kata bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, hingga ia sendiri yang mengusahakannya. Jadi kalau memang kita berniat baik dengan dia, maka harus sama-sama mengusahakan kebaikan tersebut.

Selain itu menurut gue, terkadang kekuatan pikiran bahwa orang tersebut yang akan menjadi partner hidup juga penting karena dengan begitu kita bisa semakin termotivasi untuk mengusahakan yang terbaik buat kita di masa depan dengannya. Selain itu juga law of attraction tersebut sama saja dengan doa yang kita yakini akan terwujud nantinya. Banyak orang secara tidak langsung menggunakan kekuatan pikiran ini, beberapa orang yang sudah menikah berkata bahwa ketika bertemu dengan partner hidup mereka, entah kenapa batin mereka mengatakan bahwa dialah orangnya. Secara tidak sadar, menurut gue, disitulah kekuatan pikiran bekerja. Jadi mulai sekarang, kalau kita memang yakin dengan seseorang, tidak ada salahnya menggunakan kekuatan pikiran tersebut. Bisa dimulai dengan berkata dalam hati seperti, “Hmm, gue percaya kalau lo partner yang diberikan Tuhan buat gue dan gue bakalan nikah sama lo nanti.” atau “gue yakin kita bakalan nikah, gak perduli sekarang kita gimana, tunggu aku yah, jangan keman-mana” atau “Ya Allah, aku percaya dialah orang yang Engkau rencanakan dan setujui untuk menjadi partner hidupku nanti.” (Nyahaha jadi pengen ketawa). Terserah bagaimana cara kita menggunakan pikiran tersebut, yang penting semua pikiran tersebut haruslah pikiran positif dan tetap harus selalu disertai dengan usaha dan doa juga.

Itu baru dengan siapa kita akan menikah, dalam hal ini calon partnernya. Ketika sudah ada calonnya, masih banyak lagi yang harus dipikirkan, misalnya kesiapan untuk berkomitmen dalam pernikahan. Gue pernah berbicang dengan beberapa teman, baik yang sebaya maupun yang lebih tua seperti orang-orang di kantor. Entah kenapa tiba-tiba waktu itu kita membicarakan soal ini, ketika itu mereka tiba-tiba bertanya dengan gue,”Memang kamu kapan ingin menikah? Mau umur berapa? Sudah ada target di umur berapa?” waktu itu gue menjawab kalau gue ingin menikah, tapi belum siap. Mendengar jawaban gue ini, beberapa diantaranya yang sudah menikah memberikan tanggapan yang cukup membuat gue kembali berpikir. Menurut mereka kalau kita masih saja beranggapan bahwa kita belum siap, entah itu belum siap dari segi manapun, kita tidak akan di’siap’kan oleh Allah (kembali lagi ke kekuatan pikiran menurut gue). Memang ada banyak hal yang harus dipersiapkan baik dari dalam diri sendiri maupun dari hal-hal lainnya, tapi alangkah baiknya kita harus merasa bahwa kita akan siap ketika masa itu tiba. Karena kapan masa itu menghampiri kita juga masih mengawang-awang dalam bayangan kita, maka selama proses menuju masa itulah kita mulai menyiapkan diri kita sebaik-baiknya, entah itu dengan cara memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri (physically dan mentally), meningkatkan kemampuan finasial kita, dan hal-hal lain yang membuat kita siap untuk berkomitmen dengan seseorang, lebih serius. Tidak ada salahnya membuat target, di usia berapa kita akan menikah, tapi jangan juga terganggu oleh target usia yang kita buat itu, sehingga terobsesi harus sesuai dengan target tersebut. Kalau gue, entah kenapa sempat terpikirkan untuk menikah di usia 23 tahun nanti, tapi kembali lagi, masa depan masih belum tahu akan seperti apa. Apapun nanti, kembali lagi kita harus selalu berdoa dan meyakini yang terbaik untuk diri kita, sesuai persetujuan oleh Allah SWT.

Soal kesiapan untuk menikah, ada banyak sekali yang bahkan gue bingung jika menulisnya satu persatu di tulisan ini. Beberapa teman sebaya gue dengan bebas berpendapat dan meyakini bahwa mereka siap menikah ketika mereka sudah ini dan itu, ketika mereka blablabla. Berbeda-beda. Masing-masing merasa mereka akan siap ketika kapan, itu juga kembali lagi pada pilihan mereka.

Selain itu, karena pernikahan tidak hanya menyangkut kita dan calon partner hidup saja, melainkan juga kedua belah keluarga masing-masing yang akan terlibat. Dalam hal ini kedua keluarga juga melakukan ‘pernikahan’ menurut gue. Oleh karena itu kita, harus mampu menjadi satu, bukan hanya menjadi satu dengan calon partner hidup kita itu, tapi juga menyatu dengan keluarganya. Begitu juga sebaliknya, dia harus menyatu dengan kita dan keluarga kita. Saling menerima dan menghormati bukan hanya dengan calon partner, tapi juga dengan keluarganya. Karena sudah pasti dua keluarga akan menjadi satu, maka kaluarga kamu, akan menjadi keluarga kita, sama saja, keluarga sendiri. Jadi sebaiknya, kita juga harus dekat dengan keluarga masing-masing.

Setelah banyak pertimbangan dan pemikiran tentang kesiapan untuk menikah dan memutuskan untuk menikah, banyak lagi yang harus direncanakan dan disusun bersama partner yang kita percaya tersebut. Rencana pernikahan akan seperti apa dan setelah pernikahan akan seperti apa. Gue dan teman-teman gue tidak kurang membahas persoalan seperti ini juga. Untuk wanita, ketika sudah menikah apakah memilih tetap untuk bekerja atau menjadi ibu rumah tangga, akan merencanakan mempunyai anak kapan dan berapa, perubahan-perubahan yang akan dibuat dan dijalani setelah menikah, dan masih banyak lagi dan gue yakin kalau dituliskan itu akan panjang sekali, dan tidak pernah habis untuk dibahas, karena pasti muncul berbagai macam pemikiran.

Saat ini, di usia gue dan teman-teman gue sekarang, 21 tahun, memang sudah sewajarnya terbersit tentang masa depan dan pernikahan. Gue pernah membaca artikel, untuk wanita memang di usia 20an adalah usia yang tepat untuk menikah, kenapa? Karena kesehatan reproduksi wanita di usia tersebut masih sangat bagus. Untuk laki-laki, mungkin usia 25 tahun keatas. Dan mengenai kapan tepatnya kita harus menikah, menurut gue kembali lagi, tergantung kepada diri kita masing-masing, calon partner kita, keluarga dan Allah SWT. Tidak masalah kita ingin menikah usia berapa, asalkan memang sudah cukup umur dan siap dengan segala-galanya (Ingat, kesiapan disini juga bermacam-macam, tergantung orangnya masing-masing). Nah, buat kita sekarang adalah saatnya untuk mulai bersiap menyambut datangnya fase itu, mulai menyiapkan diri dengan terus memperbaiki diri dari segala aspek (agama, fisik, mental, pendidikan, finansial dll. InsyaAllah atas semua usaha dan keyakinan kita (jangan abaikan kekuatan pikiran, yang positif), kita semua akan mendapatkan partner hidup terbaik yang memang sudah ditakdirkan dan disetujui oleh Allah.

Saturday, August 9, 2014

Philatelist: Indonesia's Stamps World Stamp Championship 2012 Edition

I love postcrossing and all about philatelist. On 2012, I bought seven series of Indonesia's stamps, special edition for World Stamp Championship event.


Indonesia's Stamp : Angklung.

One and the world needs to know that Angklung is originally from Indonesia, not from Malaysia. This is traditional musical instrument from West Java (Sundanese) which made from bamboo.

You all must be very interesting with this traditional instrument, very unique, and if you can play it will be beautiful complete melodies.

Angklung is original culture from Indonesia.



Indonesia's Stamp: Tari Saman (Saman Dance).

Saman dance is from Gayo clan, Aceh, Indonesia. Saman dance use poem with Arabic or Gayo. One of Indonesia traditional dances.


Indonesia's Stamp : Rhinoeceros.


Indonesia's Stamp : Wayang (Puppet).

Wayang is a generic term denoting traditional theatre in Indonesia. Original from Javanese, made in Indonesia. One of million culture in Indonesia.


Indonesia's Stamp : Komodo.

We all can visit Komodo Island at Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. One of seven wonders in the world.


Indonesia's Stamp : Vanda limbata.

One of Indonesia's orchid in Komodo National Park Orchid.


Indonesia's Stamp : Keris.

Keris is traditional sword from Indonesia. Original from Javanese.

PS: Bagi yang tertarik membaca tulisan saya mengenai pengalaman (curhatan) saya selama World Stamp Championship 2012 lalu, yuk klik aja langsung linknya --> Ini Ceritaku, Catatan Pendek: Bolang Edisi Filateli



Sunday, April 27, 2014

Agenda Mingguan di Kota Bandung

Picture by Kaskus
Iseng-iseng surfing dan ketemu sama satu infografis menarik tentang kota Bandung hehehe.

Sunday, February 23, 2014

Suatu Hari Nanti, Kalian

Suatu hari nanti, kalian semua akan jatuh cinta tanpa dibuat-buat.
Tanpa perasaan posesif kekanak-kanakan atau rasa ingin pamer kasih sayang yang berlebihan. Akan kalian temui seseorang yang membuat kalian jatuh hati tanpa alasan. Yang membuat kalian tidak takut pada jutaan omong kosong soal sakitnya patah hati. Yang membuat kalian menjadi diri kalian sendiri. Tidak dengan ucapan manis atau perilaku yang berpura-pura.

Kalian akan jatuh cinta dengan seadanya, tapi juga dengan segalanya.
Kalian akan jatuh cinta dan berani mempertanggungjawabkannya. Bukan dengan pujian palsu atau rasa kagum sesaat. Tapi dengan tatap mata dan rasa saling percaya.

Suatu waktu nanti akan datang seseorang yang datang dan membuat kalian jatuh cinta tanpa alasan. Yang akan kalian jadikan prioritas. Bukan sekedar kalian banggakan di media sosial tapi kalian bohongi di kehidupan nyata.

Suatu hari nanti, kalian akan bertemu seseorang yang akan mendengarkan cerita kalian di sisa hidupnya.Yang akan membuat kalian paham benar apa itu arti kata sayang.Yang membuat kalian tidak sabar untuk menghabiskan hari tua bersama, berdua, tanpa ragu, tanpa sempat terpikir untuk berpindah ke lain hati.

Thursday, August 22, 2013

Repost From My Tumblr: Rights For The Human Rights Partisan

Sampai saat ini gue masih samar dengan salah satu hal yang membuat gue selalu tertarik untuk mencari tahu, tentang yang gue suka.
Ya, politik, entah kenapa tiap mendengar beberapa kasus atau persoalan yang berhubungan dengan politik, negara, juga hak asasi manusia, gue ngerasa penasaran buat nyari berita atau artikel menyangkut hal itu.
Kali ini tentang seorang tokoh pembela HAM yang tentunya dikenal oleh orang-orang yang lemah dan tidak berani menyuarakan kata hati mereka, awak media, dan masih banyak lagi. Dialah Munir, dengan segala kesederhanaan dan sifat pemberaninya dalam membela orang-orang yang tertindas haknya, orang-orang yang takut melawan.

Aktivis HAM yang satu ini sangat dikenal oleh mereka yang membutuhkan pertolongan dan dukungan untuk memperjuangkan hak mereka. Namun sayang, sosoknya yang heroik tersebut kini tidak dapat kita jumpai lagi. Pejuang HAM ini menghembuskan nafas terakhirnya saat tengah berada dalam perjalanan menuju Belanda. Beliau telah sengaja dibunuh dengan cara yang sistematis. Ya, diracun, beliau diracun dengan racun arsenik saat berada dalam pesawat. Sungguh keterlaluan, politik macam apa ini? Profesinya yang mulia untuk membela keadilan anak bangsa membuatnya berakhir dengan tidak adil. Sampai saat ini, kasusnya belum terselesaikan walupun pembunuhnya kini telah dibui. Sampai saat ini, kasus ini masih menjadi tanda tanya besar bagi sebagian orang. Begitu juga dengan gue, ada banyak pertanyaan dan praduga dalam pikiran gue. Politik macam apa ini? Apakah seperti ini dunia politik kita? Apakah salah jika membela hak seseorang? Lalu kapan orang yang benar-benar bersih berkuasa di negeri ini? Mengapa ada politik yang kotor? Lalu, apakah orang-orang yang duduk sebagai penguasa saat ini semuanya orang yang jujur dan berani membela rakyat kecil?

Andai gue sudah lebih dewasa untuk memahami persoalan ham dimasa beliau masih sibuk dengan kegiatannya membela orang kecil, atau andai beliau masih hidup hingga saat ini, saat masih banyak orang yang membutuhkan bantuan untuk bisa berani, berani menyuarakan kebenaran diatas permainan kekuasaan.
Ga banyak orang yang pemberani untuk menyuarakan hak orang lain, ketidakadilan orang lain. Bahkan ga banyak orang yang berani menyuarakan aspirasinya sendiri. Gue contohnya, saat ini hanya dengan tulisan gue bisa ngungkapin apa yang ada dalam pikiran gue.

Well, beliau mungkin sudah tiada, tapi ide dan pemikirannya adalah kekayaan peradaban yang harus terus dirawat oleh setiap kita yang peduli dengan kemanusiaan dan perdamaian.

Friday, March 30, 2012

Surat untuk Presiden oleh Acep Iwan Saidi


Acep Iwan Saidi

Selamat malam, Pak Presiden! Dari Daniel Sparringa, salah seorang staf Anda, yang berbicara pada acara Soegeng Sarjadi Syndicate di TVRI—maaf lupa tanggal tayangnya—saya mendapat informasi bahwa Anda sering bangun malam. Katanya lagi, Anda membaca dan merenung, memikirkan berbagai permasalahan bangsa yang kian hari kian jelimet, kian ruwet.

Oleh karena itu, saya alamatkan surat ini kepada Anda yang begitu ”mengakrabi malam”. Saya pun menulisnya dalam larut, sehari setelah menyaksikan kesaksian Angelina Sondakh untuk kasus yang kita semua sudah tahu belaka itu.

Angie yang cantik, kita juga tahu, adalah salah satu pejabat tinggi di partai yang Bapak bina. Artinya, langsung atau tidak, Angie adalah binaan Anda.

Pak Presiden, sebelumnya perlu Anda ketahui bahwa pada pemilihan presiden tahun 2004, saya adalah salah seorang yang memilih Anda.

Tentu saja, sebagai orang yang merasa diri intelektual, saya tidak sembarang memilih. Sebelum menentukan pilihan, saya merasa wajib untuk melakukan ”riset kecil-kecilan”, mulai dari menelusuri kehidupan masa kecil hingga perilaku paling mutakhir para calon presiden saat itu.

Pilihan saya jatuh kepada Anda karena pada waktu itu Anda mengingatkan saya pada sosok Arok dalam roman Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer.

Tentang Arok

Dengarlah apa yang dicatat Pram tentang Arok melalui mulut tokoh Dang Hyang Lohgawe berikut ini. ”Dengan api Hyang Bathara Guru dalam dadamu, dengan ketajaman parasyu Hyang Ganesya, dengan keperkasaan Hyang Durga Mahisa suramardini, kaulah Arok, kaulah pembangun ajaran, pembangun negeri sekaligus. Dengarkan kalian semua, sejak detik ini, dalam kesaksian Hyang Bathara Guru yang berpadu dalam Brahma, Syiwa, dan Wisynu dengan semua syaktinya, aku turunkan pada anak ini nama yang akan membawanya pada kenyataan sebagai bagian dari cakrawati. Kenyataan itu kini masih membara dalam dirimu. Arok namamu” (1999: 53).

Demikianlah, Pak Presiden, imajinasi saya tentang Anda kala itu. Namun, dalam perjalanannya, perlahan-lahan imajinasi tersebut pupus. Entah karena apa, dalam mata batin saya, gambaran tritunggal (Brahma, Syiwa, dan Wisynu) sirna dari diri Anda. Saya tidak lagi merasakan sorot mata Sudra, sikap Satria, dan esensi Brahmana.

Hingga hari ini, Anda memang sangat santun, tetapi kesantunan itu terasa tak memiliki aura. Memandang Anda—artinya mencoba mengerti dan menerima kepemimpinan Anda—saya seperti menatap sebuah potret dalam bingkai. Sebuah potret, tentu bukanlah realitas sebenarnya. Ia adalah realitas citra.

Barangkali tidak ada yang salah dengan Anda, Pak Presiden. Kekuasaan, dalam sejarah bangsa mana pun, memang memiliki karakter pengisap. Barangsiapa tidak mampu menaklukkannya, ia akan tersedot hingga ke rangka. Sirnanya tritunggal yang saya imajinasikan terdapat pada sosok Anda kiranya juga karena isapan gravitasi kuasa tersebut.

Matinya tritunggal sedemikian meniscayakan hidupnya kelemahan tak terelakkan pada diri Anda. Lihatlah, sayap Anda patah. Anda tidak mampu menjadi ”Garuda Yang Terbang Sendiri”—meminjam judul drama Sanoesi Pane. Ada semacam kekhawatiran pada diri Anda jika terbang sedemikian, yakni kecemasan untuk tidak bisa kembali hinggap pada takhta yang notabene mengisap Anda secara terus-menerus itu. Anda lebih suka diisap daripada menyedot habis daya kuasa. Anda dikuasai, bukan menguasai.

Itulah kiranya, disadari atau tidak, yang membuat Anda selalu terjaga saat larut seperti dikisahkan Sparringa. Tanpa keluh kesah kepada Sparringa, saya pikir tubuh Anda sendiri telah berbicara. Di balik baju kebesaran presiden, Anda tidak bisa mengelak kalau sorot mata Anda makin sayu, satu-dua keriput bertambah di wajah Anda. Jika saja Anda bukan presiden, barangkali sepanjang hari Anda akan tampak lusuh, layaknya seorang bapak yang capek memikirkan ulah anak-anaknya yang kelewat nakal. Wajah Anda tak lagi bersinar seperti sebelum jadi penguasa.

Gara-gara korupsi

Pemberantasan korupsi yang menjadi jargon partai binaan Anda, Pak Presiden, itulah yang saya pikir menambah satu-dua kerutan di wajah Anda tahun-tahun terakhir ini. Saya yakin Anda dan keluarga tidak melakukan tindakan kriminal tersebut, tetapi Anda terjebak dalam kepungan para bandit.

Kiranya Anda juga sang pemilik gagasan besar jargon pemberantasan korupsi tadi sehingga dengan sangat yakin Anda memasang badan di barisan paling depan pendekar pembunuh koruptor. Sayang, nyatanya Anda dikhianati. Anda jadi sandera di dalam jargon yang Anda gagas. Akibatnya, Anda menjadi sangat lemah. Anda tahu kepada siapa Anda mesti marah, tetapi Anda juga tahu hal itu tidak mungkin dilakukan. Ah, betapa menyakitkan hidup seperti itu.

Pak Presiden yang terhormat,

Malam semakin larut, tetapi kian gelap dan sunyi di luar, kian benderang hati kita di dalam. Drama Nazar dan Angie pastilah akan semakin jelas jika ditatap dalam suasana seperti ini.

Ketahuilah, penyelesaian kasus pelik yang menimpa mereka, juga banyak kasus lain, hanya bertumpu kepada Anda. Sekuat apa pun KPK, saya tidak yakin lembaga ini bisa menyelesaikannya. Anda mungkin tidak mengintervensi KPK dan penegak hukum dalam arti negatif, tetapi ketahuilah, tangan Anda bisa memanjang tanpa Anda ketahui, kekuasaan Anda bisa membengkak tanpa Anda sadari.

Ingatlah selalu bahwa Anda sedang terus-menerus dikhianati. Jadi, mohon keluarlah. Anda sudah mampu menguasai malam. Itu artinya Anda bisa menyongsong fajar saat semua makhluk sedang lelap. Ini kali saatnya Anda meradang, dan menerjang—meminjam sajak Chairil Anwar. Jadilah garuda agar kami menjadikan Anda lambang yang selamanya terpatri di dada.

Saya seorang dosen, Pak Presiden. Nyaris setiap hari saya membicarakan hal-hal ideal dengan mahasiswa. Kepada para mahasiswa saya selalu mengajarkan mimpi tentang Indonesia yang lebih baik di masa depan. Jadi, tolong saya, Pak Presiden, tolong bantu saya untuk menjadikan ajaran itu bukan ilusi, apalagi dusta.

Maka, jawablah permohonan ini dengan sebuah tindakan: bahwa besok pagi, saat fajar tuntas memintal malam, Anda akan menjadi presiden yang revolusioner. Atas apa pun yang bernama kuasa, jadikanlah diri Anda Arok, sang pembangun itu!

Acep Iwan Saidi Ketua Forum Studi Kebudayaan FSRD ITB

dikutip dari: KOMPAS 23 Februari 2012

Sunday, March 18, 2012

Book Reviews: How Starbucks Saved My Life by Michael Gates Gill





"How Starbucks Saved My Life" by Michael Gates Gill adalah buku yang baru saja saya baca sinopsisnya di Gramedia Semanggi siang tadi dan membuat saya ingin membeli buku tersebut. Buku ini meceritakan tentang seorang anak orang kaya bernama Michael Gates Gill yang juga seorang top exsecutive pasa masanya. Di masa tuanya tiba-tiba saja kehidupan berubah drastis, dari di atas menjadi yang paling dasar baik segi financial maupun kehidupan pribadinya. Dia bangkrut dan bercerai dengan istrinya.

Pada saat itulah dia harus menurunkan egonya dari yang semula menjadi atasan malah menjadi seorang bawahan di Starbucks, mulai dari bekerja menjadi pembersih toilet sampai menjadi barrista (pembuat minuman). Buku ini mnggambarkan tentang apa sih yang kita cari dalam suatu kehidupan, apakah uang atau kebahagiaan yang sesungguhnya.

Buku ini well recommended banget deh hehehe :D *padahal belum baca* Buku ini bestseller menurut new york times dan banyak mendapatkan komentar yang menarik dari berbagai pihak. Dan tentunya menurut saya bisa memberikan inspirasi mengenai apa yang kita cari dalam sebuah kehidupan. Bagaimana kita menghargai hidup yang kita miliki. Buku - buku yang menginspirasi seperti inilah yang sebaiknya dibaca oleh anak-anak muda bangsa agar mampu menjadi anak muda yang mampu menikmati dan menghargai kebahagiaan ang sesungguhnya dalam hidup.

Saturday, March 10, 2012

Fenomena Bahasa Baru dan Kaum Alay

Alay atau anak layangan, istilah ini tiba-tiba muncul dan menyeruak beberapa tahun ini dikalangan anak muda Indonesia. Mengapa muncul istilah alay? Istilah ini muncul untuk menggambarkan sebutan anak kampung yang biasanya berambut merah yang sering main layangan.

Menurut Koentjara Ningrat alay adalah suatu gejala yang dialami oleh remaja (pemuda-pemudi) Indonesia, yang ingin diakui keberadaan dan statusnya diantara teman-temannya. Gejala alay ini mengubah gaya tulisan, gaya berpakaian, sekaligus meningkatkan kenarsis-annya, yang cukup mengganggu masyarakat di dunia maya (seperti facebook, blogger, twitter, kaskus, dan sejenisnya).

Alay ini merupakan suatu sindrom berbahaya yang menyerang para remaja Indonesia yang dianggap bertentangan dengan prilaku bangsa Indonesia yang digambarkan dengan prilaku sopan santun dan ramah. Alay bahkan menyerang anak-anak usia belasan yang masih duduk dibangku SD mengarah ke SMP dan SMA. Kaum alay muncul dan persebarannya di Indonesia, terutama di dunia maya semakin luas. Prilaku alay ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh pergaulan anak-anak muda yang rentan terpengaruh akibat menonton tv dan kegiatan-kegiatan dimana para alayers itu berada.

Para alay biasanya punya ciri khas tersendiri yang menandakan bahwa mereka itu adalah kaum alay tingkat dewa alay, seperti bahasa tulisan menggunakan huruf besar kecil gak beraturan titik komanya, bahkan bahasa alay ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka seperti memberikan komentar atau sms dengan bahasa yang berlebihan dalam penulisan sehingga membuat orang yang membacanya agak sedikit terheran-heran dengan nada yang alay banget seperti, aQwuh, mAnieszz, cayaA4nG KamWuhh ngeuDdt dan lain-lain. Bayangkan kalau kita harus membaca tulisan tersebut dengan nada tertentu maka akan terdengar sangat lucu dan berlebihan dan yang pasti akan sangat menggangu kaum normal yang menggunakan bahasa biasa. Membacanya saja kita sudah kesulitan dan susah payah ditambah dengan mengucapkan kata-kata tersebut. It's big no no ya!

Picture by nyunyu.com

Ada seorang teman saya yang suka membuka sebuah situs pertemanan yang di dalamnya terdapat sekumpulan kaum alay dan entah kenapa tulisan-tulisan kaum alay ini mendapatkan 'like' yang begitu banyak juga bahkan sampai ratusan, dengan nama akun yang panjang menggunakan huruf besar kecil khas ala alayers mereka mampu menarik perhatian banyak orang bahkan mampu mempengaruhi anak-anak muda Indonesia yang masih labil agar masuk ke dalam kaum mereka. Meskipun kaum alay bukanlah kaum yang terlarang dan dilarang, tapi kehadiran mereka memang mengganggu banyak orang. Yang saya heran adalah kenapa mereka yang menggunakan bahasa alay dan berkelakuan layaknya seorang alay mulai dari alay tingkat teri sampai kelas kakap bahkan tingkat dewa itu tidak menyadari bahwa diri mereka alay? Padahal sudah banyak tanda-tanda yang menunjukkan bahwa mereka alay dan sangat annoying, tapi mereka tetap bertahan. Entah itu idealisme mereka atau apa, yang jelas kaum alay ini sangat tidak punya malu -_- mereka kokoh berdiri dijalan kealayan mereka.

Bayangkan jika anak-anak muda Indonesia berkembang dengan kealayan ini? Apa yang bakan terjadi dimasa yang akan datang? Apakah anak cucu kita nanti akan bicara dengan logat alay yang kental sambil bibir maju mundur mengejakan tulisan artistik bergaya alay? Sungguh memprihatinkan.

Abstrak memang, inilah keanehan interaksi sosial yang multifungsional yang terjadi di masyarakat kita. Faktor media, pergaulan sehari-hari, interaksi dan komukasi sehingga menimbulkan bahasa-bahasa dan istilah-istilah baru dimasyarakat. Contohnya saja pola interaksi para pedagang di tanah abang dan pusat perbelanjaan seperti itu yang sering menggunakan kata 'boleh' 'kaka' 'bunda' dengan intonasi yang khas ala pedagang nan ramah bin sopan dengan para calon pembeli mereka. Kalimat-kalimat tersebut kemudian meresap di telinga pendengar bagaikan terhipnotis oleh kata-kata ajaib tersebut sehingga secara tidak sengaja terbawa dalam kehidupan sehari-hari. Saya pernah membicarakan hal menarik tentang bahasa baru yang muncul di kalangan masyarakat sekarang ini dengan salah seorang teman saya. Ternyata kami sendiri ikut merasakan dampak dari ucapan pedagang tersebut. Apakah mereka tidak berpikir sebelum mengatakan hal tersebut? Bayangkan, ada mbak-mbak yang lebih tua dari kami dengan santainya menawarkan barang-barang dagangan mereka dengan berkata: " Mari kaka, diliat dulu..." boleh kaka :))) *intonasi ala pedagang handal.  Helo? I'm not your sister or your brother -___-" dan parahnya lagi umur kita lebih muda dari mereka. Lalu ada juga yang bilang: "Boleh bunda.... tasnya bagus... boleeehhhh." *intonasi ala pedagang handal. Hoyy, she's my mom, not your mom yeaa -____-" Entah kenapa muncul kalimat-kalimat tersebut, mungkin karena kalimat-kalimat tersebut dianggap lebih mudah untuk mengakrabkan diri dengan pembeli atau apa yang jelas itu merupakan kebebasan berekspresi mereka dan dapat menimbulkan bahasa dan kebiasaan baru dalam masyarakat. Selama itu tidak mengganggu layaknya bahasa kaum alay yang sulit dibaca, menurut saya itu lebih bisa dimaklumi.

Picture by nyunyu.com

Kamu tau kenapa pedagang di tanah abang itu selalu bilang boleh? Itu karena mereka bukan penyanyi, coba kalau mereka itu penyanyi, mereka pasti bukan bilang 'boleh' tapi 'sesuatu'. - Dina-
Sekian postingan mengenai ragam bahasa ini, saya Dina H, terima kasih.

Tuesday, February 28, 2012

Cross Cultural Fertilization: Sebuah Strategi Kebudayaan

Postingan saya kali ini mengambil judul yang sama dengan tema seminar mengenai kebudayaan yang saya ikuti hari ini, Cross Cultural Fertilization: Sebuah Strategi Kebudayaan yang diadakan oleh Universitas Paramadina, Nabiel Society, dan Kompas. Sebelumnya saya mengetahui akan seminar yang berlangsung di Auditorium Nurcholis Masjid, Universitas Paramadina ini melalui website kompas.com yang di share oleh teman saya. Paragraf pertama yang bertuliskan sebuah kalimat mengenai posisi perekonomian Ghana dan Korea Selatan yang semula terkebelakang. Namun dengan memiliki keunggulan budayanya, Korea Selatan mampu menjadi negara yang lebih maju dari Ghana itu mampu menarik perhatian saya untuk bisa mengikuti seminar tersebut. Selain itu saya mengikuti seminar ini juga untuk menambah pengalaman dan wawasan saya, berhubung di kampus saya sangat jarang mengadakan seminar-seminar seperti kampus-kampus lain *poor me.

Seminar ini merupakan seminar yang ditujukan untuk umum dan free sehingga ada berbagai macam kalangan yang hadir untuk mengikutinya, seperti misalnya para pekerja seni dan budaya, tokoh-tokoh cerdas dan terkenal dari dalam maupun luar negeri, wartawan, dan dari kalangan mahasiswa. Pembicara yang hadir dalam seminar ini adalah sejarawan senior LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Prof Dr Taufik Abdullah, wakil pemimpin umum kompas St Sularto, dan budayawan Nirwan Ahmad Asuka.

Seminar diawali dengan sambutan-sambutan dari panitia penyelenggara beserta para sponsor yang turut mendukung kegiatan ini agar dapat berlangsung. Kemudian seminar dibuka oleh sang narator yang memperkenalkan mengenai tema yang akan dibahas hari ini. Pembicara pertama yang dipersilakan untuk tampil adalah Bapak Prof Dr Taufik Abdullah. Beliau membuka seminar ini dengan membacakan makalah tentang sejarah mengenai kebudayaan Indonesia dan yang mempengaruhi kebudayaan di Indonesia milik beliau secara singkat. Sejarawan senior ini mengatakan bahwa tidak ada yang namanya kebudayaan otentik. Sejak awal di Indonesia sudah terjadi percampuran kebudayaan. Hingga memasuki era yang modern sekalipun semakin banyak percampuran kebudayaan yang telah dilakukan oleh bangsa Indonesia. Beliau menjelaskan kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan. Selain itu unsur-unsur kebudayaan seperti agama juga dibahas dengan sangat menarik. Bangsa yang maju harus menunjukkan kebudayaan yang maju. Pendapat bahwa jika kita ingin maju maka secara total kita harus meniru bangsa barat ditolak dengan tegas karena kita tidak boleh melupakan kebudayaan kita sendiri. budaya yang tercipta dari ide kreatif anak bangsa.

Kemudian pembicara yang kedua, wartawan senior dari kompas bapak St Sularto juga membacakan kutipan-kutipan artikel dari majalah kompas yang ia tulis beberapa tahun yang lalu. Kesimpulan yang saya dapat dari apa yang beliau bicarakan adalah bahwa peranan budaya tidak lagi sebagai pengikut kemajuan melainkan budaya sebagai penghela kemajuan itu sendiri. Lagi-lagi disini beliau menceritakan bagaimana bangsa Korea Selatan bisa lebih maju dari Ghana dengan budaya yang dimiliki oleh Korea Selatan. Budaya kerja keras, tidak sering bermalas-malasan, rajin menabung dan hemat masyarakat Korea selatan mampu mengantarkan bangsa ini sebagai bangsa yang maju 10 kali lipat dari Ghana dan seharusnya Indonesia juga mampu melakukan hal yang sama 10 kali lipat dari negara tetangga.

Bagaimana kebudayaan didiskusikan untuk masa depan? Inilah yang kemudian dibahas oleh bapak Nirwan Ahmad, beliau menganalogikan kebudayaan sama halnya dengan sebuah tanaman. Dimana pada sebuah tanaman itu pasti ada yang namanya tanaman unggul dan tanaman tidak unggul. Tanaman-tanaman yang unggul tersebut kemudian disilangkankan guna mendapatkan bibit-bibit tanaman unggul lainnya. Begitu juga dengan budaya, budaya-budaya unggul yang banyak dimiliki oleh Indonesia ini disilangkan sehingga menghasilkan budaya-budaya yang mampu bersaing dan semakin unggul. Penyilangan kebudayaan inilah yang dapat dijadikan kunci agar Indonesia mampu memperbaiki keadaan bangsanya disamping keadaan politik di Indonesia yang akhir-akhir semakin panas sehingga menghilangkan unsur-unsur lain yang dapat membantu untuk memperbaiki keadaan bangsa ini.

Pada akhirnya, yang dapat saya simpulkan adalah dari sekian banyak kekayaan bangsa serta kebudayaan yang berlimpah ruah yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia, sebagai generasi muda, kita tidak boleh melupakan kebudayaan yang kita miliki sendiri ini. Mengikuti perkembangan zaman bukalah suatu hal yang salah akan tetapi kita tidak boleh melupakan adat ketimuran yang kita miliki. Tetangga boleh saja mengatakan bahwa kita serumpun, tapi kita pada kenyataannya sebuah kesatuan yang besar, sebuah bangsa yang bisa maju melebihi dari negara tetangga yang suka mengaku-ngaku serumpun dengan kita. Kita Indonesia, kita punya budaya asli milik kita dan itu harus kita lestarikan bahkan harus kita kembangkan, salah satunya dengan penyilangan kebudayaan-kebudayaan unggul yang kita miliki karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan kebudayaan bangsa itu sendiri.

Sunday, February 26, 2012

Gawat! Bahasa Kita Terancam Punah

Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi satu sama lain. Bahasa mempunyai peranan penting dalam membangun suatu bangsa. Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, yang memiliki 17.500 pulau yang terbentang dari sabang sampai marauke, 600 suku serta 700 bahasa daerah yang kemudian disatukan oleh satu bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Keberagaman bahasa yang dimiliki tersebut menunjukkan bahwa bangsa kita bervariatif dan sangat unik. Bahasa memberikan identitas kepada suatu bangsa. Namun apakah keberagaman bahasa daerah yang kita miliki tersebut tidak akan lekang ditelan zaman? Apakah bahasa inggris, bahasa universal yang merupakan syarat mutlak bagi pembangunan dapat mengikis satu persatu keberadaan bahasa daerah?


Hasil dari penelitian Organisasi Keilmuan dan Kebudayaan PBB, UNESCO ( United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) menyatakan bahwa sekitar 700 bahasa daerah yang ada di Indonesia akan terancam kepunahan di akhir abad 21 dan hanya kurang lebih 75 bahasa daerah yang masih digunakan. Bahasa daerah yang diperkirakan akan punah ini kebanyakan dikarenakan bahasa-bahasa daerah tersebut berasal dari suku-suku kecil di pedalaman.


Ada berbagai macam faktor yang menyebakan kemungkinan terjadinya kepunahan bahasa daerah ini seperti urbanisasi, bencana alam, pertarungan budaya dan pengaruh dari percampuran budaya-budaya baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang terjadi dengan cepat sehingga menimbulkan budaya-budaya serta ragam bahasa baru. Namun selain beberapa faktor tersebut, faktor pergaulan antar sesama dalam berkomunikasi yang telah terkontaminasi dengan beberapa kosakata asing juga tidak dipungkiri telah membuat sebagian kalangan gengsi untuk menggunakan bahasa daerah mereka. Hal ini terjadi karena penggunaan bahasa nasional dan bahasa international akan mempermudah dan memperlancar komunikasi secara global.


Beberapa bahasa daerah juga tidak memiliki sistem aksara sehingga sulit untuk dipelajari. Dari 700 lebih bahasa daerah di Indonesia, hanya beberapa bahasa daerah yang memiliki sistem aksara seperti Jawa, Melayu, Aceh, Lampung, Batak, Bugis, Bali, Sasak, dan Sunda. Oleh karena itu untuk melestarikan bahasa daerah perlu dilakukan pemetaan bahasa dan dokumentasi di berbagai daerah. Selain itu juga penting mengadakan bengkel sastra terhadap budaya daerah, mengumpulkan kosakata bahasa daerah, dan senantiasa melakukan festival bahasa daerah. Kebanggan akan bahasa daerah yang kita miliki juga harus kita tunjukkan, misalnya dengan senang hati memperkenalkan bahasa daerah kita kepada suku maupun bangsa lain. Jangan sampai keunikan bangsa yang menunjukan identitas suatu bangsa ini hilang dan terlantar begitu saja. Sudah seharusnya kita sebagai generasi muda berbondong-bondong melestarikan dan memperkenalkan beraneka ragam bahasa yang kita miliki kepada dunia karena merupakan suatu kebanggan bagi bangsa kita yang telah memiliki ragam bahasa daerah terbanyak di seluruh dunia.


Picture by Wikimedia

Save Orangutans!

Picture by Mongabay


Berita tentang pembantaian orangutan di Kalimantan akhir-akhir ini lagi sering muncul di berbagai media. Ternyata, pembunuhan itu diperkirakan sudah berlangsung sejak 2007. Menurut The Nature Conservancy (TNC) dan 19 organisasi swasta lainnya, sedikitnya ada 750 orangutan di Kalimantan yang terbunuh setiap tahunnnya. Pembantaian ini diduga dilakukan oleh perusahaan kelapa sawit yang salah satunya adalah PT KAM, sebuah anak perusahaan milik tetangga yang disebut-sebut serumpun dengan kita. Menurut pengakuan kedua pelaku yang sudah ditangkap, mereka mendapatkan upah dari PT KAM sebesar Rp 1 juta tiap menangkap satu orangutan dan Rp 200 ribu untuk monyet. Cara mereka membunuh hewan langka ini juga sangat menyeramkan, yaitu dengan menggunakan senapan angin dan 12 anjing pemburu.

Bagi sebagian besar perusahaan kelapa sawit, sepertinya orangutan memang dianggap sebagai hama yang dapat menggalkan panen. Dalam satu hari, seekor orangutan bisa memakan 30-50 tanaman sawit yang berumuh dibawah 1 tahun. Misalkan harga tanaman sawit yang berumur dibawah 1 satu tahun adalah Rp 20 ribu maka seekor orangutan bisa menyebabkan kerugian sebesar Rp 600- Rp 1 juta per hari. Alasan inilah yang membuat perusahaan kelapa sawit memburu orangutan.

Padahal, penyebab urangutan tersebut memakan tanaman sawit itu karena mereka sendiri (perushaan-perusahaan yang menyebabkan mereka kehilangandan terpaksa meninggalkan kawasan tempat tinggal orangutan). Hutan yang menjadi habitat orang utan ditebang untuk dijadikan kebun sawit dan pertambangan. Dalam waktu 20 tahun terakhir,  orangutan sudah kehilangan 80 persen habitatnya! Without the forest, they're homeless, hungry dan terpaksa makan sawit.

And what goverments do? Secara keseluruhan, populasi orangutan Kalimantan sekarang ini diperkirakan cuma tinggal 50 ribu saja. Padahala, orangutan tersebut hanya bisa melahirkan 3-4 kali seumur hidup. Kalau keadaan ini terus dibiarkan, lama-kelamaan spesies ini bisa benar-benar punah. Sekarang memang sudah banyak orang yang peduli dengan nasib orangutan, tapi tetap saja pihak yang paling berwenang untuk menangani kasus ini adalah pemerintah. Menurut UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi SDA dan Ekosistemnya, pelaku pembunuhan satwa yang dilindungi seperti orangutan bisa dikenakan hukuman denda Rp 100 juta atau pidana 5 tahun. Pemerintah sudah menunjukkan keseriusannya, kasus pembantaian ini sedang diusut dan sudah diperoleh 4 orang tersangka.

Walaupun pembantaian sudah dihentikan, tapi orangutan masih terancam punah kalau habitat mereka terus digusur untuk dijadikan lahan usaha. Apalagi, orangutan Kalimantan termasuk subspesies Pongo Pygmaeus Mario (Kalimantan Timur) dan Pongo Pygmaeus Wurmbii ( Kalimantan Tengah) yang cuma bisa bertahan hidup di habitat asli mereka. Tidak fair bukan kalau orangutan harus mengalah demi kelapa sawit dan keuntungan sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab?

Kalau kita tergerak untuk menyelamatkan orangutan, maka dapat bergabung menjadi sukarelawan Centre for Orangutan Protection (COP). Ingin membantu tetapi tidak bisa terjun langsung ke lapangan? Kita bisa melapor kalau mengetahui ada orang yang memelhara orangutan, atau ikut membantu untuk mendukung kegiatan COP dengan mengirimkan sumbangan ke COP.

Mari kita jaga dan lestarikan hewan-hewan langka yang sudah hampir punah. Mari kita jaga bumi kita dan seluruh ekosistem yang ada di dalamnya agar tetap seimbang. Save the Earth! Save Orangutans!

Source: http//www.orangutanprotection.com
             gogirlmagz dan berbagai sumber lainnya.

Saturday, February 25, 2012

Have you done this?



If you have done the green habit, put a tick beside the sentence. Kalau checklistnya masih banyak yang bolong saatnya mengubah kebiasaan.

1. Mencabut kabel laptop, charger HP, TV, dan alat llistrik lain setelah digunakan.
2. Matiin lampu tiap mau keluar ruangan.
3. Menggunakan baterai yang rechargeable, bukan baterai yang habis pakai.
4. Menutup ruangan rapat-rapat kalau lagi menggunakan AC.
5. Nggak membuka pintu lemari es berkali-kali dan terlalu lama.
6. Hemat kertas, diusahain selembar kertas bisa dipakai bolak-balik.
7. Membawa sapu tangan buat menghemat tisu.
8. Membuang sampai di tempat sampah.
9. Selalu bawa botol minum sendiri biar nggak harus beli air kemasan.
10. Bawa tas atau kantong plastik dari rumah kalo mau belanja.
11. Menghindari beli makanan yang kemasannya nggak ramh lingkungan, kayak styrofoam atau plastik.
12. Mengonsumsi buah dan sayuran organik.
13. Memilih beli produk lokal yang lebih sedikit ngeluarin CO2 dalam proses distribusinya.
14. Nggak makan daging, minimal satu hari dalam seminggu.
15. Selalu menghabiskan makanan yang sudah tersaji di piring kita.
16. Nggak memutar kran air sampai mentok pas lagi cuci tangan, cuci piring, dll di wastafel.
17. Matiin kran air pas gosok gigi, menyalakannya hanya waktu berkumur.
18. Menggunakan shower untuk mandi.
19. Pas lagi nggak buru-buru, memilih buat naik transportasi umum.
20. Menggunakan sepeda atau berjalan kaki kalau mau pergi ke tempat yang nggak terlalu jauh.
21. Pas naik kendaraan pribadi, matiin mesin mobil atau motor kalau berhenti rada lama, kayak pas macet atau nunggu orang.
22. Menanam tanaman di rumah.
23. Memncuci pakaian dengan air dingin.
24. Menyumbangkan pakaian kita yang udah nggak kepakai.
25. Menonaktifkan screensaver di laptop/komputer.

Sunday, February 19, 2012

World around Us: Many but a Little Forgotten

Many but little forgotten by Indonesian public. Banyak... Namun sedikit terlupakan atau bahkan dilupakan oleh sebagian besar kalangan masyarakat di Indonesia. Kalimat tersebut tiba-tiba saja terbersit dalam pikiran saya, kenapa?

Indonesia sebagai salah satu negara yang terkenal dengan kekayaan alamnya yang  berlimpah sejak zaman kakek dan nenek moyang kita dahulu masih belum mampu meningkatkan kualitas kehidupan serta sumber daya manusia yang mereka miliki. Saya bingung, mengapa negara kita sampai saat ini hanya menjadi negara berkembang kesekian dari negara-negara tetangga yang bisa lebih maju. Padahal negara kita ini sudah lebih dulu meraih kemerdekaan dari penjajah yang jeli melihat  kekayaan yang terdapat di Indonesia. Kita memang sudah merdeka, tapi apakah merdeka dari para penjajah itu saja cukup? Jawabannya tentu saja tidak.

Harus kita akui bahwa negara ini dari tahun - ketahun semakin berkembang dalam berbagai bidang seperti teknologi dan informasi, fashion, perindustrian dan masih banyak lagi. Namun apakah kita terus menyadari dari sekian banyak perkembangan itu kita masih saja terjajah oleh masalah kemiskinan yang dialami oleh sebagian besar penduduk Indonesia? Arti miskin disini tentu saja sangat luas, kita bisa saja miskin ekonomi, miskin pengetahuan, miskin pergaulan atau miskin dengan sesuatu yang berhubungan dengan interaksi sosial, miskin kesempatan dalam dunia politik, dan masih banyak lagi. Akan tetapi, dalam tulisan kali ini yang saya maksud adalah kemiskinan dalam bidang ekonomi.

Ketika ditanya apakah Indonesia itu negara yang kaya atau miskin? Kita sering dengan bangganya menyebut bahwa negara kita Indonesia adalah negara yang kaya *blablabla. Ironisnya adalah negri kita ini kaya, tapi penduduknya miskin.



Banyak orang kaya di Indonesia, tapi tidak sedikit pula yang kurang beruntung seperti mereka. Kemiskinan memang sudah ada sejak dulu, tapi kemiskinan masih saja menjadi permasalahan yang dihadapi oleh negara kita. Memang sulit untuk mengatasi permasalahan yang satu ini. Sejak zaman presiden Indonesia yang pertama hingga yang sekarang, selalu saja ada suatu upaya yang direncanakan dan ingin dilakukan guna mengentaskan kemiskinan di negara kita, tapi apakah itu semua berjalan seperti yang telah di elu-elukan? Yang kita perlukan bukanlah janji melainkan suatu 'tindakan'.

Kemiskinan memang bukan 'milik' Indonesia semata. Di negara maju seperti Amerika sekalipun masih ada penduduk yang miskin. Namun apakah kita bisa sedikit lega mengetahui bahwa di negara maju seperti itu juga masih mempunyai penduduk miskin seperti yang kita 'miliki'? Kategori miskin antara negara maju seperti Amerika dengan miskin Indonesia tentulah berbeda. Bayangkan dari sekian banyak orang yang memiliki mobil di Amerika bisa saja dikategorikan  miskin karena standar hidup mereka  yang berbeda dengan di Indonesia. Di Indonesia sekian banyak orang yang memiliki mobil bisa dikategorikan sebagai orang yang kaya atau setidaknya berkecukupan. Selain itu gaji perhari yang didapat para pekerja paruh waktu di negara-negara maju setidaknya cukup untuk mempertahankan hidup mereka atau setidaknya membayar keperluan sehari-hari (uang saku) bagi para pelajar disana. Bandingkan saja dengan pekerja paruh waktu di Indonesia yang pas-pasan. Jangankan pekerja paruh waktu, tukang sapu di Amerika saja mendapatkan upah kurang lebih 100 ribu per jam selama sehari, bayangkan juka mereka bekerja selama 7 hingga 8 jam sehari maka dalam sehari uang yang bisa mereka dapatkan adalah 700 - 800 ribu sehari. Sangat jauh sekali dibandingkan dengan tukang sapu yang ada di Jakarta. Inilah perbedaan 'miskin' di negara maju dan di negara kita.

Dari tahun-ketahuan patut kita berlega-lega 'sedikit' dengan persentase angka kemiskinan yang semakin menurun dari negri ini. Namun apakah kita harus puas dengan itu saja? Masih ada puluhan juta orang Indonesia yang dapat digolongkan miskin. Yang menjadikan persoalan bukan hanya kemiskinan itu saja, tapi kesenjangan yang terjadi antara si kaya dengan si miskin. Ada jutaan orang yang hanya untuk mendapatkan uang 50 ribu saja sulitnya minta ampun, harus memeras keringat mereka, dengan keterbatasan yang mereka miliki, usia lanjut yang mengharuskan mereka tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ada pula jutaan orang yang hanya dalam satu jam bahkan kurang mampu membuang-buang uang mereka bukan hanya 50 ribu, tapi 500 ribu, 5 juta, 50 juta dll. Bukan hanya itu, hal ini diperparah dengan kemiskinan moral yang dialami oleh segelintir orang, tidak cukup dengan kekayaan yang sudah mereka miliki, korupsi, melarikan uang negara dan segala bentuk kkn lainnya masih saja menjadi-jadi di negara kita.

Di televisi setiap hari kita saksikan berita-berita mengenai kasus korupsi yang terjadi negara kita ini. Saya heran entah dimana hati nurani merka, saya heran apakah mereka hilang ingatan atau memang tidak kritis dengan lingkungan sekitar mereka. Padahal kemiskinan ini ada di dekat mereka, mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri. Kemana hati nurani para koruptor ini?

Ketika menyaksikan orang-orang dengan bangga mengekspos keglamouran kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, mempertontonkan kemegahan dan kemewahan gedung-gedung bertingkat, bangunan seperti apartement dan mall-mall yang menjamur, mobil, dan masih lagi. Betapa mirisnya ketika kemiskinan di kota ini jarang terekspos oleh media kita, betapa menyedihkan dan ironisnya ketika kita melihat kenyataan disekeliling kita, bahwa masih banyak orang-orang yang masih membutuhkan uluran tangan kita. Di luar sana masih banyak orang-orang yang dengan sekuat tenaga mereka mencari nafkah demi kebutuhan mereka dan keluarganya. Di desa-desa tidak jarang para lansia yang sudah tua renta harus memeras keringat mereka demi mendapatkan penghasilan, itupun penghasilan yang mereka dapat pas-pasan untuk makan saja. Belum lagi keperluan yang lainnya. Di perkampungan kumuh tidak jarang kita temui anak-anak usia sekolah harus mengais-ngais sampah menjadi seorang pemulung demi membantu keluarga mereka. Di metro mini tidak jarang kita jumpai pengamen-pengamen dari anak kecil hingga orang tua dengan suara seadanya, meskipun kadang juga ada yang lumayan bernyanyi demi mendapat recehan dari kita.

Melihat hal ini, sebenarnya masih banyak harapan yang tersisa kedepannya, harapan bahwa negara kita benar-benar mampu mengentaskan kemiskinan. Saya tidak meragukan program-program yang telah dicanangkan oleh pemerintah kita, saya juga tau bahwa semua itu tidak bisa secara instan kita lakukan, semuanya perlu proses. Perlu ada kontribusi dari kita untuk bisa mewujudkannya bersma-sama. Saya hanya ingin bahwa kita generasi muda bisa menyadari bahwa jangan hanya kepuasan kita semata yang kita perjuangkan, tapi lihatlah ke sekeliling kita. Masih banyak yang kurang beruntung dari kita, masih banyak orang-orang di luar sana yang perlu bantuan kita. Tolong buka mata hati kalian, tolong resapi semua ini, tolong lihat kebawah.

Jangan takut untuk membuat gebrakan baru demi memajukan bangsa ini, jangan buat diri kira ragu  menjawab ketika ditanya lagi, apakah Indonesia itu negara kaya atau miskin. Jangan bangga dengan kemegahan 'palsu' yang ditunjukkan di media-media saja tapi banggalah dengan kekayaan sesungguhnya yang kita miliki. Jadilah orang yang berguna bagi negara kita dalam berbagai bidang. Tentunya kita akan bangga ketika dpat menjadikan negara ini sebagai negara yang dipandang oleh negara-negra lain, bukan hanya dengan pariwisatanya saja, bukan dengan kebudayaannya saja, tapi dengan intelektual dan moral baik kita juga. Mari kita hentaskan kemiskinan, peduli sesama, memperjuangkan keadilan sosial dan keadilan ekonomi.

Sunday, February 12, 2012

Book Review: Berjalan Menembus Batas

Cover Berjalan Menembus Batas
Satu lagi buku yang kayaknya bakal seru buat dibaca, buku yang ditulis oleh Ahmad Fuadi dan kawan-kawan ini merupakan buku yang penuh motivasi dan inspirasi terutama buat kita para generasi muda. Sebagai anak muda yang punya semangat menggebu-gebu dan berambisi untuk dapat menaklukan segala macam tantangan dalam meraih impian, tentunya gak mudah bagi kita dengan segala keterbatasan yang kita miliki untuk mewujudkannya tanpa melalui berbagai macam proses, rintangan, dan risiko yang selalu ada. Namun masih dengan mantra Man Jadda Wajada, mantra sakti nan ajaib yang berarti siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil itu, insyaAllah kita bisa meraihnya, dengan niat yang pure dari dalam hati kita, usaha yang kita lakukan, bahkan kalau perlu usaha yang diatas rati-rata dari usaha-usaha besar yang dilakukan oleh orang-orang kebanyakan, doa dan harapan serta sikap positif yang kita lakukan maka akan memperbesar kemungkin (possibility) kita untuk dapat membuatnya menjadi kenyataan.

Buku bercover biru ini berisi cerita-cerita yang inspiratif dan ditulis langsung dari pengalaman nyata yang dialami oleh para tokoh yang behasil membuktikan kesaktian mantra Man Jadda Wajada tersebut. Buku yang memberikan kita semangat dan mengajarkan kita bagaimana suatu keterbatasan itu mampu kita tembus (seperti judul bukunya), kekurangan itu dapat kita jadikan sebuah kekuatan dan menyakinkan kita bahwa semua itu bukanlah suatu halangan dalam meraih kesuksesan melainkan sebuah proses yang wajib kita jalani dan tidak boleh patah semangat dalam menjalani proses tersebut, seperti kata pepatah bersaki-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Buku ini akan menularkan semangat untuk kita agar terus berusaha dan berjuang semaksimal mungkin untuk meraih cita-cita. Semangat untuk bangkit menembus batas. Semangat untuk bejalan menembus batas.



Seluruh Penulis:

Ahmad Fuadi (penulis Negeri 5 Menara)
Ahmad Danuji
Nanang Nurhidayat
Mey Zusana
Bernando J. Sujibto
Rahmatika Choiria
J. Sumardianta
Huriyah Riza
Nurkhalis M. Kasim
Rina Shu
Dian Nafi
Shohifah Annur
Setiawan Chogah
Abdullah Mabrur

Adelaide

Aww!! Let's see the world! :) Adelaide, after hearing the song 'Adelaide Sky' by Aditya Sofyan, suddenly  thought of being able to be there hehe, and here's some results from my search , yaa, let's imagine....

University of Adelaide
Would you study there? :) I would be happy if ya! :D


One of Mosque in Adelaide
 And  pray there?
China Town, Adelaide
Wanna be 'bolang' here?

Central Market, Adelaide
And spending money here? or just to take a picture? no, not just one but many pictures :D

I'm a dreamcatcher! ya it must! So, tunggu apa lagi jadikanlah mimpi-mimpi kita menjadi kenyatan!

Gak cuman di Adelaide, sebenarnya semua negara itu mengesankan dan menarik, Indonesia juga, tapi apa salahnya jika kita bisa melihat keindahan negara lain? :)

Thursday, February 9, 2012

Book Review : Quiet: - The Power of Introverts in a World That Can't Stop Talking


Quiet: The Power of Introverts in a World That Can't Stop Talking, itulah sebuah buku yang didalamnya mengisahkan tentang bagaimana orang - orang introvert yang dikenal pendiam dan susah berkomunikasi dengan orang di sekitarnya bisa menjadi orang yang luar biasa. Ada banyak tokoh terkenal seperti Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Michael Jordan, J. K. rowling, Bill gates, Steven spielberg yang ternyata merupakan seorang yang introvert.

Gak seperti kebanyakan orang ekstrovert yang mudah bergaul dengan cepat, orang introvert memang gak pandai dalam menjalin suatu komunikasi dengan orang lain sehingga potensi yang dia miliki itu gak terlihat oleh orang banyak, tapiorang yang introvert akan menjadi sangat lepas dan menyenangkan jika bertemu dengan orang yang bisa cocok dengan dirinya. Orang introvert memerlukan kenyamanan dalam berteman. Introvert cenderung berpikir sebelum berbicara, sedangkan orang ekstrovert berpikir ketika berbicara. (mungkin gue salah satunya, btw gue heran aja, tiap ada test psikologi yang berhubungan dengan introvert dan ekstrovert, kenapa gue selalu masuk dalam kategori orang yang ekstrovert, sementara gue pribadi ngeraa kalau gue itu orang yang introvert, melihat dari kenyataan yang gue rasakan, mungkin karena hal itu juga gue ngereview tentang buku ini).

Ada banyak hal mengenai kepribadian orang-orang introvert yang dibahas dalam buku ini dan beruntungnya gue tahu mengenai keberadaan buku ini setelah membaca sebuah majalah asuransi yang di dalamnya terdapat referensi mengenai buku karangan Susan Cain ini. Buku setebal 352 halaman bagus untuk dibaca oleh semua kalangan baik itu orang-orang introvert maupun ekstrovert karena di dalamnya banyak hal-hal menarik mengenai kepribadian ini, terutama buat opara introvert yang mungkin ingin bisa merubah kebiasaan-kebiasaan mereka dan ingin menjadi salah satu introvert yang bisa membuktikan pada dunia bahwa introvert itu gak seperti yang kebanyakan orang pikirkan, kalau seorang yang introvert juga bisa sukses dengan dunia yang ia tekuni.

So, yang tertarik, buruan beli dan baca buku ini, dapatkan di toko buku terdekat! *promosi* hahaha :D

Wednesday, February 8, 2012

Australia, My Dream

"You can have it all but not all at once"
-Oprah Winfrey-

"Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia"
-Nidji, Laskar Pelangi-


Gak ada salahnya kan untuk bermimpi? Ada banyak orang yang bisa mewujudkan mimpinya di dunia ini, gue punya mimpi, lo semua punya mimpi, kenapa kita tidak berusaha untuk meraihnya? Tuhan itu Maha mendengar dan dekat dengan kita. Dia bahkan lebih ekat dari apa yang kita bayangkan. Dia pasti tahu apa yang kita pikirkan dan apa yang kita mimpikan. Meskipun gak semuanya bisa sekaligus kita dapatkan, semuanya perlu proses dan gue yakin kalau Allah akan menjawab semua usaha dan doa yang kita lakukan. So, jangan takut untuk bermimpi, mimpi gue adalah bisa keliling dunia, paling enggak ya gue bisa menjajakkan kaki ke beberapa bagian dunia ini, menyeberangi samudra, melihat awan yang berbeda di setiap benua, mensyukuri indahnya dunia yang kita tempati ini :)


That's my dream :) and how about you?


Monday, February 6, 2012

Today in History: MU and MUNICH 1985

MU and Munich 1985, kenapa posting kali ini gue beri judul seperti itu? Ya, sebagai seorang fans dari club sepak bola besar dan ternama di Eropa, Manchester United, rasanya wajar aja gue nulis sesuatu yang berhubungan dengan klub tersebut, tapi agak kurang wajar juga kalau gue gak tau tentang salah satu sejarah menarik tentang klub yang dijuluki the red devils ini.
Manchester United "The Red Devils"
Dibilang fanatik atau enggak, ya gue ada diantara dua opsi tersebut, gue suka klub ini karena memang gue suka dan itu adalah satu-satunya alasan gue menyukai klub ini, suka karena memang suka, tapi gue juga gak hiperbola dengan kecintaan gue sama klub yang sekarang menjadi asuhan Sir Alex Fergusson ini. Well, sekarang gue gak pengen ngebahas mengenai kecintaan gue dengan bola atau klub ini, kali ini gue pengen nulis tentang insiden yang di alami oleh para pemain MU dan beberapa kru MU yang baru gue ketahui setelah gue membaca salah satu majalah favorit gue. Ternyata buku itu memang jendela dunia dan pengetahuan ya *lho?

Oke lanjut, insiden kelam ini terjadi pada tanggal 6 Februari 1985 di Munich, Jerman seusai klub dibawah asuhan Sir Matt Busby ini pulang dari pertandingan Piala Eropa melawan Red Star Belgrade di Belgrade, Yugoslavia. Pada saat itu Manchester United berusaha untuk menjadi grup ketiga yang berhasil mendapatkan tiga gelar liga Inggris berturut-turut. Menurut beberapa situs yang gue baca, pada waktu itu British European Airways penerbangan ke 609 yang membawa beberapa pemain dan kru Manchester United yang dijuluki "Busby Babes" ini jatuh dan gagal untuk lepas landas setelah usaha ketiga yang dilakukan oleh pilot Kapten James Thain guna menghindari keterlambatan jadwal setelah transit untuk mengisi bahan bakar. Tujuh pemain United meninggal dunia seketika di tempat kejadian sedangkan satu orang meninggal saat di perjalanan menuju rumah sakit. Beruntung sang pelatih Busby dapat selamat dari insiden tesebut walaupun harus dirawat selama dua bulan dan akhirnya kembali membangun tim ini.
Jam Munich, di sudut tenggara Old Trafford
Pemain Manchester United yang menjadi korban kecelakaan pesawat di Munich-Riem Bandara Munich di Jerman Barat
  • Geoff Bent
  • Roger Byrne
  • Eddie Colman
  • Duncan Edwards (selamat dari kecelakaan itu, tetapi meninggal di rumah sakit 15 hari kemudian)
  • Mark Jones
  • David Pegg
  • Tommy Taylor
  • Liam "Billy" Whelan

Staff Manchester United

  • Walter Crickmer , sekretaris klub
  • Tom Curry , pelatih
  • Bert Whalley , pelatih kepala
Dan masih ada beberapa korban lain lagi seperti para wartawan dan jurnalis serta pilot dan penumpang lain pesawat British European Airways tersebut.

Hari ini, tepat tanggal 6 Februari 2012 berarti sudah 27 tahun kejadian suram ini berlalu dan menjadi salah satu kenangan kelabu yang hanya bisa kita ingat dan ketahui saja. Gue sendiri sebagai seorang fans dari klub ini hanya bisa nulis sejarah singkat yang gue baca dari beberapa sumber itu disini dan akan tetap menjadi the red devils sejati, apapun yang pernah menjadi masa kelamnya klub ini bagi gue klub ini tetap terbaik dan masih bisa membuktikan eksistensinya disaat klub ini kehilangan para pemain yang sedang gemilang dimasanya itu. Klub ini mampu bangkit di tahun-tahun berikutnya, terbuktinya dari beberapa penghargaan yang diraih Manchester United seperti memenangkan piala FA di tahun 1963 dan masih banyak lagi. Sampai saat ini pun klub ini masih tetap eksis dan bertengger di urutan 3 besar teratas liga Inggris dan itu membuktikan bahwa Manchester United tidak pernah kehilangan para pemain berbakat di dalamnya dan akan tetap menjadi klub yang kuat di masa depan hingga gue dan anak cucu gue nanti duduk bersama melihat pertandingan mereka di Old Trafford 'nanti' *lho? Jadi ngawur gini hahaha.
Glory.. Glory.. Manchester United!!!